Tech News

SELAMAT DATANG DI MOTIVASI AKH HERU, BLOG PENUH MOTIVASI DAN INSPIRASI. INSYAALLAH BERMANFAAT

Minggu, 22 Februari 2015

Hilangnya Sang Mutiara Hati



Pembunuhan, perampasan, perampokan, penghasutan serta berbagai tindak kriminal lainnya yang semakin lama semakin mencuat dan kerap kali timbul ke permukaan dalam layar kaca berita nasional, membuat khalayak umum merasa terbiasa akan tontonan sadis nan berbau kekerasan. Bukannya bermaksud untuk menunjukan kebobrokan yang terjadi di negara ini, namun inilah kenyataan yang ada. Kesalahan dalam berbagai tindakan dan perilaku yang beraroma negatif sangatlah berdampak buruk bagi kehidupan. Dalam hal ini adalah mengenai perkembangan psikologis dan mental anak yang mungkin ada sebagian yang menonton atau bahkan merasakan langsung hal semacam itu. Entah mau sampai kapan Indonesia akan mengalami penyakit yang satu ini. Sebuah fakta yang sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada, bagaimana tidak, berbagi kekayaan alam dengan bentangan yang luas, wilayah teritori yang begitu memadahi, dengan disertai letak geografis yang sangat strategis, ditambah lagi dengan masih bercokolnya para ulama dan kyai, namun anehnya Indonesia masih saja mengalami berbagai problematika yang bisa kita sebut sebagai penyakit turun temurun.

Kemunduran demi kemunduran akan semakin menggrogoti sendi-sendi perdamaian jika kita tidak segera memutus urat-urat yang terinfeksi oleh paham-paham dunia barat seperti sekularis dan liberalis. Strategi yang mereka gunakan sangatlah sistematis dan terstruktur, mereka dengan tatanan yang rapi menyusup ke dalam setiap jengkal kehidupan untuk melemahkan kebenaran dan mencabut nilai-nilai keagamaan dari akarnya, bergerak perlahan namun pasti, beradaptasi maksimal dan memporak porandakan. Itulah sedikit gambaran yang akan terjadi bila nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan terluput dari benak dan hati kita.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar didunia saat ini menjadi sorotan utama bagi proyek besar yang dilakukan oleh dunia barat. Sebagai laboratorium penelitian, kini penduduknya bagaikan kumpulan buih yang terombang-ambing di tengah lautan, dimana mereka mulai di hasut dandicekoki oleh pemikiran-pemikiran sekularis yang kita tahu sendiri bahwa mereka berprospek pada keduniaan yang memabukan dan menjerumuskan. Umat muslim Indonesia kini telah banyak yang beralih ke arah liberalis dan berpaling dari tujuan utamanya. Pengetahuan akan ajaran Islam yang masih standar membuat mereka sangat labil dan mudah terbius oleh aroma keduniawian yang di ciptakan oleh pengikut aliran liberal, kaum muslim seolah dibuat sadar bahwa dirinya seorang muslim namun dibalik itu semua, mereka membuat background penutup sebagai wadah untuk memasukan ajaran mereka. Satu hal lagi yang sangat miris adalah ketika kaum muslim meneriakan ucapan tauhid dalam rangka untuk memprotes pemerintahan dengan cara yang anarki, membakar ban, merobohkan pagar, dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan aturan yang ada, seolah-seolah slogan ke-tauhidan adalah perusakan dan pelampiasan. Sungguh inilah gambaran yang kini tengah melanda umat muslim khususnya di Indonesia.

Islam telah hadir dengan membawa cahaya penerang kehidupan sejak manusia pertama kali menginjakan kaki di tanah bumi ini. Dengan ajarannya yang menenangkan hati, dan menggugah jiwa, membuat siapapun yang mempelajarnya dan memperoleh hikmah serta rahmad dari-Nya, tak akan pernah mau berlepas diri dan berpaling dari-Nya. Islam juga telah menorehkan lembaran terbaiknya untuk manusia, karen Islam adalah agama yang tinggi dan tak ada yang menyamai ketinggiannya, “Al Islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih”. Allah-lah yang memberikan agama ini untuk manusia, ya untuk manusia. Dimana ketika seorang manusia telah terkait hatinya, dan terpatri jiwanya kepada Islam, maka disanalah letak keberadaan manusia yang hakiki. Karena pada hakikatnya manusia diciptakan dengan hati yang penuh akan nuansa kebenaran dan kebaikan. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akan kehadiran hati dan perasaan di dalamnya, karena apapun yang diperbuatnya sebagai amal kebajikan namun tanpa disertai hati didalamnya tetaplah amal itu tidak akan berpengaruh pada dirinya. Hati adalah salah satu sebab manusia di bedakan dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, karena hati adalah reseptor cahaya iahi. Hati bagaikan sebuah mutiara kehidupan, sebuah cahaya kemenangan, yang menerangi diri dan orang di sekitarnya. Maka hidupkanlah hati dan jiwa seorang Ikhwanul Muslimin, yang terus bergerak menggapai rido-Nya, dan terus mencari hikmah di setiap lembar kehidupan.

“hidupnya hati adalah hidupnya muslim sejati”


Motivasi Akh Heru

Sabtu, 14 Februari 2015

Niatkan dengan Hati

Setiap insan telah dianugerahi Allah dengan hati yang bersih nan suci, setiap insan pun telah ditakdirkan memilih antara hati dan nafsu, oleh karenanya, pergunakanlah logika dan sempurnakan keputusanmu dengan bantuan hati, karena bagamanapun juga hati tidak akan pernah bisa kita bohongi, dan seperti apapun perasaan yang kita sembunyikan, kita simpan, dan kita coba lupakan, pastilah jiwa tidak akan mudah luluh dengan logika, melainkan hati yang berbicara, maka berikan hati kita hadiah terindah yang bisa kita berikan, sebagaimana Allah telah membarikan kita rahmat terindah sepanjang masa. 

Motivasi Akh Heru

Motivasi Hari Ini

"Hikmah atau ilmu pengetahuan adalah barang milik seorang mu'min yang hilang"
Motivasi Akh Heru

Rabu, 04 Februari 2015

Islam tapi bukan Muslim


"Sebuah agama yang sempurna adalah yang membawa keadilan dan ketenangan bagi pemeluknya"
Motivasi Akh Heru

Islam, sebuah agama yang membawa manusia dari dunia kegelapan menuju generang cerahnya cahaya kehidupan. Sebuah keyakinan hakiki yang tiada duanya di dunia ini. Sebuah perjanjian suci dan sumpah setia akan Allah sebagai Tuhan sekaligus pelindung kita. Allah adalah satu-satunya, sebaik-baiknya, sesempurna-sempurnyanya sembahan manusia yang abadi, karena Dialah yang menciptakan kita, Dialah yang mematikan kita, dan Dia pulalah penguasa hati pikiran kita.

Islam hadir bukan karena adanya sebuah tuntutan ataupun keterpaksaan, namun Islam hadir karena sudah digariskan dalam untaian pita zaman, sebagai pembatas dan penuntun kita kepada jalan yang haq dan lurus. Islam pun hadir pula karena sebuah kebenaran yang sebenarnya telah dibuktikan pada awal penciptaan manusia dan bukti itupun telah ada pada awal mula turunnya ayah handa kita seluruh umat manusia Nabi Adam as. Nabi Adam as pun telah mengakui bahwa dalam dirinya ada seorang pembawa pesan besar, pengubah nasib seluruh bumi, dan penerang alam semesta, yaitu Rasulullah SAW. Dia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Namun sebagian dari manusia mendustakannya.

Setiap manusia diciptakan dari bahan yang begitu menjijikan dan sangat hina. Nutfah, begitulah orang menyebutnya, namun dibalik kehinaannya Allah hadirkan sebagian darinya untuk mendampingi makhluk ciptaannya itu dengan meniupkan ruh dan hati yang merupakan bahan suci lagi bersih. Allah adalah raja diraja, dewanya para dewa, dan sesembahan yang paling tinggi lagi berkuasa atas segala-galanya tanpa terkecuali. Dan di balik ke-Mahakuasaannya itu Allah juga menghadirkan nafsu dan syetan sebagai musush yang nyata bagi manusia, bagaimana mungkin manusia dapat lolos dari dua musuh besar yang senantiasa ada dan mendampingi kita sebagai manusia hingga hari akhir nanti? Iman dan Islam, itulah jawaban atas segala kegelisahan ini, tanpa kedua hal tersebut, manusia tak akan mungkin mampu mengalahkan kedua musush besar itu.

"Muslim sejati bukanlah yang selalu mementingkan akhirat dan meninggalkan dunia, namun muslim sejati adalah yang mampu menyeimbangkan antara keduanya"

Motivasi Akh Heru

Muslim, seseorang yang senantiasa dan selalu taat kepada perintahnya, keistiqomahan dan kerendahan hari hanya kita tujukan pada-Nya, segala amal dan kebaikan yang kita buat hanya kita persembahkan untuk-Nya, setiap kegelisahan dan kelemahan hati hanya kita curahkan kepada-Nya. Adakah seseorang yang mempu dan mau menangani itu semua selain dari pada-Nya? Tentu tidak ada, Karena seorang muslim bergerak atas dasar kepahaman, dan islam adalah agama yang mengajarkan kepahaman dan keilmiahan, karena bukanlah agama jika tidak masuk akal, walaupun memag ada hal-hal yang tidak mampu kita terjemahkan dengan logika selain kepahaman yang Rasulullah berikan, dan memang hanyalah Allah sang pemilik segala pengetahuan yang ada di langit, bumi, dan seisinya.

Teman, satu hal yang hingga saat ini selalu aku pikirkan adalah mengapa mereka yang mengaku dan menganggap diri mereka islam tidak jua segera melaksanakan perintah dan segera pula meninggalkan larangan-Nya? Apakah itu yang disebut beriman? Sangat ironi memang, dimana Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia tidak mampu menjalankan syariat Islam sendiri secara kaffah dan Shikah. Mereka seolah hanya menganggap agama hanya sebagai hiasan dan pajangan untuk memantaskan diri bahwa dirinya termasuk muslim, mereka hanya menganalogikan agama sebagai rangkaian kata yang diucapkan melalui lisan tanpa ada perlakuan lebih untuk menjalankan syariatnya. Apakah seperti ini muslim modern? Ataukah ini Islam yang baru? Astagfirullah, ini bukanlah Islam yang modern atau bahkan Islam yang baru, namun ini adalah kemunafikan yang sangat jelas dan tampak nyata, hingga kini malah menjadi sebuah tatanan kehidupan salah namun merajalela.

Dunia yang semakin lama semakin labil ini membuat kaum muslim semakin kualahan dan mencerai-beraikan umatnya. Setiap jengkal kehidupan yang terdeskripsikan dalam sebuah tindakan telah terkontaminasi oleh budaya jahiliah, setiap unsur kebaikan dan kesucian yang menjadi budaya Islam lambat laun semakin terkikis dan tergrogoti oleh manisnya toksin budaya orang kafir. Dimana ideologi sang Muslim? Dimana kejayaan dan kebesaran Islam? Coba kita renungkan hal ini, dengan berbagai paham dan pikiran yang kini semakin tidak karuan, apakah kita rela Islam rapuh dan terobang-ambing dalam derasnya arus konspirasi dunia? Apakah kita sebagai umat Islam rela jika dunia ini merampas keberan yang hakiki? Tentu saja tidak. Kita Sebagai umat Muslim sudah seharusnya menjadi Al-Furqan atas yang haq dan yang batil, kita juga harus mengkaliberasi ulang senjata kita (Syahadad 'ain) dengan sebaik-baiknya.

Mungkinkah ini yang telah Allah gariskan? Ataukah ini memang hukum alam? Wallahhu alam bissowab. Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang istiqomah dan calon penghuni surga-Nya kelak. Aamiin.

By: Admin
Back to top