Tech News

SELAMAT DATANG DI MOTIVASI AKH HERU, BLOG PENUH MOTIVASI DAN INSPIRASI. INSYAALLAH BERMANFAAT

Kamis, 30 April 2015

Manusia Memilih, Allah Menentukan


"Dalam kehidupan, tidak ada pilihan yang salah, yang ada adalah konsekuensi-konsekuensi dari pilihan tersebut"
Motivasi Akh Heru

Pada awalnya, jauh sebelum manusia di lahirkan di dunia ini, Allah telah menggariskan tata cara, proses, tanggungjawab, dan berbagai hal yang mendasari kita sebagai bekal untuk menjadi khalifah fil ardi  yang mana amanah besar tersebut bukan karena suatu kesalahan ataupun sebuah kenistaan, namun apa yang telah terjadi pada kita kini merupakan apa yang telah Allah gariskan dan apa yang telah Allah tentukan, dalam sebuah catatan kehidupan di lauh mahfudz. Apapun yang kita lakukan nantinya, pastilah akan menghadapi sebuah pilihan, dimana setiap pilihan tersebut telah digariskan oleh Allah beserta akibat dan konsekuensinya. Maka ketika kita berpikir bahwa apapun yang kita dapat adalah ketentuan dari Allah, kaya miskin juga telah di takdirkan oleh-Nya, bahkan hidup dan matipun telah di gariskan oleh-Nya. Pernyataan tersebut memang benar adanya, namun tak semuanya harus kita tafsirkan demikian.

Cobalah kita pahami tulisan berikut ini. Ketika kita tersesat tak tau arah dan tujuan kemudian berhenti sejenak di perempatan jalan yang sama-sama sepi, kemanakah kita akan berbelok? Dalam hati kita pasti akan terbesit sebuah bayang untuk memilih satu jalan dari tiga jalan yang lain, apakah kita akan berbalik arah, ataukah kita akan berbelok ke salah satu jalan. Nah dari sini dapat kita kaitkan dengan takdir Allah. Ketika kita berbalik atau melangkah ke arah yang lain Allah telah menentukan takdir di setiap jalannya. Allah telah menentukan dampak dan konsekuensi dari seiap jengkal yang kita ambil dari pilihan tersebut. Kemudian kita kembali kepada sisi manusia. Pertanyaan yang muncul adalah siapa yang memilih? Apakah Allah yang meilihkannya, ataukah manusia itu sendiri yang memilihnya? Dari sudut pandang manusia saja akan terdapat cabang pilihan yang lain.

Cabang pertama adalah pemikiran yang berlandaskan logika dan analisa otak, cabang kedua adalah yang bersumber dari hawa nafsu, sedangkan cabang yang ketiga adalah yang berlandaskan hati dan bersumber dari Allah SWA. Manakah dari tiga pilihan tersebut yang kemudian akan manusia ambil? Ataukah akan menggabungkan antara pilihan satu dengan pilihan yang lain? Atau bagaimana? Coba saja kita bayangkan ketika semua pilihan manusia itu telah di tentukan dan telah digariskan oleh Allah. Bagaimana ketika semua kehendak dan keinginan kita telah di atur dan di tentukan oleh Allah. Bagaimana juga ketika setiap naluri kita di tentukan oleh Allah? Kemudian ketika kita kaitkan dengan setiap mimpi-mimpi dan cita-cita yang menjadi rujukan masa depan kita, dengan berbagai planing dan konseptualisasinya, apakah Allah juga yang menentukan? Lalu ketika kejahatan menguasai relung hati kita, dan menebar virus kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat, apakah Allah juga yang telah menentukannya? Ketika kita kaitkan semua hak dan kehendak kita sebagai manusia dengan kebebasan berfikirnya, dengan begitu luasnya jangkauan imajiner dan kreatifitas kita, apakah Allah membatasi semua itu? Satu hal yang paling krusial adalah apakah kita hidup di dunia ini telah Allah tentukan masuk surga atau nerakan-Nya? Tentukan jawabanmu sendiri.

Allah adalah penentu, Allah adalah yang mendasari, namun Allah juga yang melingkupi. Obsesi manusia yang begitu besar terhadap dunia melampaui kecerdasan emosional kita sendiri, membuat banyak orang lupa akan pemaknaan sebuah khalifah melupakan arti dan tujuannya di dunia yang serba kurang dan menjerumuskan. Setiap individu mempunyai hari dengan kepekaan dan kejelian yang berbeda, bahkan dalam masalah penggunaan dan pelibatannya dalam kehidupanpun kadang tak jarang orang mengacuhkannya, padahal kita tahu sendiri bahwa inti manusia yang sebenarnya terletak pada hatinya, pada jiwanya, pada perasaannya. Sekarang ketika kita bandingkan atara manusia yang melibatkan hati di setiap lapis kehidupannya, dengan manusia yang mengesampingkan hati dari kehidupannya.

Pada manusia yang memanfaatkan hati dalam setiap jengkal dan lapis kehidupannya, mereka akan selalu dan senantiasa meletakkan perasaan dan akalnya di depan lidahnya sebelum sebuah kata, atau bahkan sebuah hurufpun keluar dari lisannya. Pada manusia bertipe ini mereka memiliki kepekaan dan kesadaran vertikal dan horizontal yang jauh lebih baik di bandingkan dengan mereka yang hanya menggunakan akal dan okolnya. Mereka akan selalu memikirkan perasaan orang lain dibandingkan perasaannya sendiri, bahkan dia yang berhati seperti ini akan merelakan dirinya untuk berkorban demi kemaslahatan orang lain. Bayangkan ketika setiap orang yang ada di dunia ini memiliki perasaan dan jiwa yang suci dengan pengendalian diri jauh melampaui nafsu setan. Alangkah damai dan permainya mayapada ini.

Namun berbeda halnya ketika kita menelisik dan membedah sosok yang mengesampingkan hati dalam setiap inci kehidupannya. mereka akan menjadikan akal dan ilmu pengetahuan sebagai Tuhan atas kebenaran yang mereka anut. Kebaikan dan kedamaian yang mereka miliki hanya sebatas apa yang merekka bayangkan, dan mereka iamjinasikan. Apapun yang menurut mereka benar adalah apa yang bisa mereka buktikan dengan akal dan ilmu pengetahuan. Mereka yang bahkan tidak berhati, tidak segan-segan dalam membunuh dan merampas hak-hak manusia sebanyak dan sekejam apapun demi kemerdekaan dan kejayaan diri mereka sendiri. Kepekaan dan kejelian mereka terhadap yang lain bahkan tidak ada. kepentingan tertinggi adalah kejayaan diri mereka sendiri, lidah mereka sudah kelu dari kebaikan, pikiran mereka telah berakar kemunafikan, dan jiwa mereka telah ternodai oleh kefasikan. Astag'firullah. semoga kita tidak termasuk manusia yang seperti ini.

Semua takdir ada di tangan Allah, bahkan setiap bagian terkecil dari atom dan sel yang berdetak, berotasi dan berdentum memuja dan memuji menyebut asma-Mu, tidak akan pernah luput dari pengawasan dan perhitungan-Nya. Setiap yang ada di dunia berseru dan beribadah hanya untuk-Nya, berputar dan bergetar di hadapannya, tersungkur dan tertunduk di di pangkuan-Nya. Betapa besarnya kuasa-Mu atas segala sesuatu. Setiap kebenaran dan kebaikan hanyalah milik-Mu, maka apapun yang ada pada setiap jiwa adalah apa yang telah Engkau gariskan, sebagai akibat dari apa yang telah mereka pilih. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Aamiin.

Selasa, 28 April 2015

Lakukan Perubahan dengan Regenerasi Politik



SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada saat ini banyak sekali generasi muda Indonesia yang bagus dan berkualitas namun masih takut untuk terjun atau muncul dalam dunia politik. Salah satu faktornya, generasi muda saat ini mempunyai anggapan bahwa politik itu kotor, kejam, korupsi dan amburadul.

Pandangan negatif inilah yang ingin ditepis dan diluruskan oleh Joice Triatman dalam kegiatan Diskusi Publik ''Anak Muda Berpolitik, Siapa Takut?'' di Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata Semarang, Rabu (25/9).

Sebagai salah satu pembicara, calon legislatif 2014 dari Partai Nasional Demokrat ini mengatakan bahwa adanya kalimat ''politik kotor'' bukan disebabkan karena politiknya yang kotor melainkan pelaku politik (oknum) yang berbuat kotor.

''Saya ingin memberikan dorongan kepada anak muda yang bagus dan berkualitas untuk berani tampil berpolitik mewakili generasi muda dan bersaing dengan yang sudah duluan. Yang kotor itu bukan politiknya tetapi hanya oknum tertentu yang kemudian dibesarkan oleh media,'' kata wanita cantik asal Semarang yang sebelumnya merupakan 1st Runner Up Miss Indonesia 2005.

Mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Plan Politika mengenai tingkat kepercayaan anak muda terhadap pemerintahan, lanjutnya, 29,31% dari 429 anak muda usia 14-29 tahun memberikan nilai 6 (skala 10) dan 21,72% dari mereka memberikan nilai 5 (skala 10).

Hasil tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran dan tingkat partisipasi pemuda pada dunia politik disumbangkan oleh kaum muda. Padahal kesadaran dan partisipasi pemuda dalam politik sangat penting dalam rangka melanjutkan pembangunan bangsa yang lebih baik.

''Modal anak muda dalam berpolitik adalah mereka lebih berani dan pemikirannya tidak bertele-tele atau to the point. Namun yang masih perlu diwaspadai adalah sikap emosionalnya dan belum dewasa. Karena itu mereka harus banyak belajar dalam arti lebih dewasa terutama dalam pengambilan keputusan. Sementara yang lebih senior untuk tidak pelit dalam memberikan informasi atau share kepada yang lebih muda supaya (kehidupan berpolitik) negara lebih hidup dan dinamis (regenerasi politik),'' kata Joice dalam diskusi yang dimoderatori Kaprogdi Komunikasi B Natalia Sari Pujiastuti.

Dalam diskusi publik yang digelar oleh Fakultas Hukum dan Komunikasi Progdi Ilmu Komunikasi, Hendrar Prihadi selaku Plt Wali Kota Semarang sekaligus Ketua Partai PDIP Kota Semarang menambahkan bahwa saat ini generasi muda selalu dininabobokan oleh generasi sebelumnya.

''Anak muda adalah calon pemimpin bangsa. Untuk menjadi pemimpin tidak berdasarkan umur tetapi pada kemauan, kemampuan dan kesempatan. Niat tersebut harus ditanamkan pada diri sendiri untuk tambahan semangat,'' kata Hendi, sapaan Hendrar Prihadi.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2013/09/26/173436/Lakukan-Perubahan-dengan-Regenerasi-Politik diunduh tanggal 26 September pukul 11.45 WIB.

Kamis, 09 April 2015

Motivasi Hari Ini

"Segala hal yang berawal dari ketidakyakinan akan berakhir dengan keputus asaan"
Motivasi Akh Heru

Selasa, 07 April 2015

Hati dan Cinta



Sub'hanAllah....
Begitu melimpahnya rahmat yang kini telah Allah hadirkan dalam setiap jengkal kehidupan kita, begitu sejuknya aroma keimanan yang membelai hati nan jiwa kita, dan begitu damainya naungan taqwa yang bersinergi dengan irama surga nan mendayu merdu.

Allah telah menciptakan hati setiap insan dalam keadaan suci, bersih, dan indah. Allah juga telah menganugrahinya dengan kilau cahaya kebaikan yang merasuk dan meresap kuat dalam setiap detaknya. Tak kan ada yang mempu menghindar dari kebenaran hakiki, yang telah Allah sifatkan pada hati manusia. Hati adalah pusat dan sumber dari kebenaran, Hati jugalah yang memberikan sejuta kenangan manis yang tak kan pernah tergantikan dengan apapun juga, 

Berbagai keindahan dan kelembutan dapat terpancar jelas dari cermin diri, yang semakin lama kian menampakkan kilauannya ketika iman dan taqwa terukir jelas dalam setiap liku kehidupan. Perasaan adalah salah satu hal yang kini banyak membuat manusia lupa akan tujuan awalnya, perasaan pun mamapu mengubah haluan kehidupan kita.

Cinta, itulah kata yang serinkali terucap dari lisan seseorang ketika tengah mengalami suatu hal yang menakjubkan, sesuatu yang membuat hati berbunga-bunga, dan membuat jantung berdegup cepat. Cinta adalah satu-satunya hal yang mampu merubah paradigma seseorang, sesuatu yang mampu mempengaruhi pemikiran seseorang, yang bahkan mampu memalingkan dunia kita.

Cinta pun mampu meluluhlantakan kerasnya hati, menghancurkan kerasnya jiwa, dan meledakkan kakunya logika. Dialah yang mampu membuka pintu kesadaran kita, yang bahkan mampu mengumpulkan hidayah penuh rahmad dari-Nya. 
Wallahualanm bissowab....

Motivasi Akh Heru

Senin, 06 April 2015

Motivasi Hari Ini

"Kegelisahan hati yang memalaskan adalah awal dari terkikisnya iman, dan sebagai gerbang masuknya kuda perang setan kedalam hati manusia"
Motivasi Akh Heru

Minggu, 05 April 2015

Motivasi Hari Ini

"Sebuah perjuangan bukanlah sekedar penyelesaian sebuah tanggung jawab atas dasar tuntutan, namun perjuangan merupakan sebuah kesadaran yang tumbuh dari hati, dengan balutan kebenaran dan keyakinan hakiki untuk sebuah penuntasan amanah"

Motivasi Akh Heru
Back to top