Tech News

SELAMAT DATANG DI MOTIVASI AKH HERU, BLOG PENUH MOTIVASI DAN INSPIRASI. INSYAALLAH BERMANFAAT

Sabtu, 31 Januari 2015

Motivasi Hari Ini


"Sempurnakanlah ibadahmu, maka Allah akan menyempurnakanmu"

Motivasi Akh Heru

Senin, 26 Januari 2015

Politik yang Memanusiakan Manusia




"Politik bukanlah yang meninggikan seseorang diatas yang lain, namun politik adalah yang menyamakan antara orang satu dengan yang lain"
Motivasi Akh Heru

Indonesia.....
Sebuah Negara dengan berbagai sumber dayanya yang begitu melimpah, sebuah Negara yang begitu kaya akan budaya dan bahasa. Sungguh sebuah peluang yang begitu mengiurkan bagi siapapun yang mengetahui akan besarnya potensi dan kesempatan bagi Indonesia tercinta ini untuk maju dan menjadi salah satu dari sekian banyak Negara adi kuasa. Allah telah menganugrahkan kesempatan emas dengan berbagai kemilau kemenangan bagi Indonesia, Allah juga telah menempatkan Indonesia dalam kondisi dan situasi nan begitu nyaman dengan iklim tropis yang membuat penghuninya merasa begitu damai dan begitu sejahtera, bahkan Allah pun telah menggariskan bahwa Indonesia juga berada dalam koorninat letak yang sangat strategis, yang terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia di himpit oleh dua samudra besar Hindia dan Pasifik, berada pada persilangan antara garis lintang dan garis bujur dunia. Dan jika kita perhitungkan kekayaan yang dimiliki Negara tercinta ini, sungguh luar biasa, Indonesia merupakan pemilik cadangan batu bara terbesar ke-6 di dunia, dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton, produksi emas hingga 141.019 ton, biji bauksit dengan produksi mencapai 1.262.710 ton, dan masih banyak lagi. ( Sub'hanAllah, betapa kayanya Negara Indonesia tercinta kita ini. 

Namun satu pertanyaan besar bagi kita, Mengapa Indonesia belum juga maju dan mandiri hingga saat ini? Bagaimana mungkin Negara dengan berjuta karuniah yang dikandungnya masih menjadi Negara yang berkembang? Sekiranya dua pertanyaan itulah yang akan terbesit dalam pikiran kita ini. Nah pada kesempatan kali ini saya akan meninjaunya dari segi politik, karena politik merupakan salah satu ikon terpenting dari terbentuknya sebuah negara dengan berbagai fasilitas serta sarana prasaransnya. 

Politik, Sebuah kata yang sangat familiar bagi kita kaum muda dan kaum intelektual, politik bisa dikatakan sebagai alat, bisa juga dikatakan sebagai sistem, namun pada dasarnya politik memiliki banyak arti sempit, tergantung bagaimana cara pendang seseorang dalam menangkap dan mengartikan politik itu sendiri. Namun dewasa ini, politik cenderung disangkut pautkan dengan korupsi, kebobrokan moral, kejam, kotor, dan lain sebagainya. Teman, sebenarnya politik tidaklah sekotor dan seburuk apa yang dibayangkan, karena apa yang ada di atas adalah dampak dari pelakunya, bukan sistem politiknya. Coba pikirkan kembali ketika politik di zaman Rasulullah. Apakah terjadi sebuah kesenjangan dan kehancuran moral sosial? Atau terjadi kekacauan sistem dan lain sebagainya? Tentu saja tidak bukan. Nah justru pada kesempatan kali ini, kitalah yang harus memperbarui dan mereboisasi golongan tua yang sudah borok moralnya. 

Allah melahirkan manusia dengan keadaan suci dan bersih, Allah juga menciptakan manusia dengan hati sebagai penyaringnya dan akal sebagai pembedanya, maka jadikanlah politik yang mensejahterakan manusia, bukan yang menghancurkan umat manusia. Politik adalah sebuah sarana yang di gunakan manusia untuk mendamaikan sesama dan mengikat perbedaan, politik juga sebagai sarana untuk menyatukan berbagi negara dengan perbedaanya, mak dari itu gunakanlah kemampuan dan sistem politik tersebut sebaik mungkin, dimana politik adalah pemersatu umat, yang memanusiakan manusia, inilah politik yang sesungguhnya, dan inilah politik yang Islami.

By: Admin

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:

"Ketika syahwat yang berkuasa, hancurlah jiwa manusia"
Motivasi Akh Heru

Globalisasi dan Konspirasinya


Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, dengan berbagai pernak-pernik dan wahananya yang semakin menarik membuat siapapun yang berkuasa akan semakin berkuasa, dan sebaliknya bagi yang masih di bawah akan semakin terinjak-injak. Sebenarnya apa makna dari globalisasi sendiri? Menurut Thomas L. Friedman Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia. sedangkan menurut Achmad Suparman Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah. Nah dari sini kita bisa melihat bahwa globalisasi adalah penduniaan tanpa ada batasan waktu dan wilayah, semuanya akan terangkum dalam suatu sistem yang diatur dan dikendalikan entah itu oleh perorangan atau oleh forum. Tidak dapat dipungkiri memang, dari awal ketika sistem ini berdiri sudah menimbulkan berbagai kontroversi dan kemaslahatan di sebagian negara. Memang ketika pengglobalan ini terjadi, banyak negara-negara berkembang yang belum siap menerima atau bahkan mengaplikasikannya dalam sistem kenegaraan. Lalu bagaimana dengan konspirasi? Teori konspirasi adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. (Wikipedia)

Kita bisa saja menganggap bahwa globalisasi memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Kita ambil satu contoh yang sudah sangat familiar bagi kita, perdagangan internasional, disana terjadi berbagai prosesi jual beli dengan ranah dunia, dengan cakupan wilayah tanpa batas. Seluruh dunia bisa dikatakan tidak luput dari arus perdagangan yang terus menyebar dan semakin membesar, setiap negara yang telah bergabung dan menyelami dunia perdagangan pasti akan merasakan beraneka ragam produk yang bercampur aduk, mulai dari bahan makanan, perabotan rumah, jasa, persenjataan, dan masih banyak lagi. Dalam perkembangannya sudah dapat dipastikan bahwa negara yang mempunyai hubungan dekat, bahkan mungkin melakoni sebuah kerjasama akan lebih mendominasi dalam hal jual beli, setiap negara juga mempunyai spesifikasi yang berbeda dalam hal produk, dan pada kasus ini, setiap negara bisa dikatakan mencicipi setiap produk yang mereka butuhkan guna menunjang kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Setelah membicarakan salah satu contoh dampak positif dari globalisasi, maka coba kita menilik dampak negatif serta kerugian yang dihasilkannya. Secara umum memang globalisasi memberikan jangkauan pengetahuan dan hubungan antar  manusia tanpa batas. Namun dengan kebebasan yang sudah tak terbendung itu, jusru akan mebuat peluang bagi orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menjadi lebih leluasa dalam menjalin persekutuan dan persekongkolan. Mereka yang mempunyai niatan merusak dan menghancurkan dapat dengan mudah mengidentifikasi hanya dengan jaringan global ini. Selain itu komunikasi dan tatap muka yang seharusnya seseorang harus bertemu dengan orang lain dalam suatu forum, kini sudah tergantikan dengan berbagai gadged yang semakin lama semakin canggih saja. kemudahan demi kemajuan teknologi menjadikan seseorang dapat dengan mudah menanamkan berbagai paham dan teori-teori konspiratif yang tanpa disadari oleh sebagian besar masyarakat dunia, hingga paham itu menjadi dasar suatu penelitian atau bahkan menjadi gaya hidup.

Sungguh ironi memang, setiap kejadian demi kejadian terjadi simpang siur, namun masih saja ada hal-hal yang bersifat rahasia yang bahkan atar negara satu dengan negara yang lain saling memata-matai. Salah satu negara adi daya Amerika Serikat yang ketika beberapa waktu lalu menyita uranium milik Pakistan, apakah yang sebenarnya terjadi pada zaman yang semakin labil ini, mengapa negara adi daya seperti Amerika menyita uranium itu? Apakah karena alasan keamanan, atau memang negara itu takut akan nuklir? Itulah salah satu bentuk konspirasi yang terjadi. Alangkah kasihannya rakyat-rakyat yang tidak bersalah ketika dihadapkan pada konspirasi ini, mereka seolah acuh tak acuh terhadap rakyat dari negara lain. Dan yang lebih hebat lagi adalah munculkanya teori konspirasi dunia "The New Word Order". Sebuah konspirasi terbesar yang akan memusnahkan sistem politik dunia secara perlahan namun pasti, tidak diketahui secara pasti siapa pencetus teori ini, namun dalam perkembangannya, bahwa kedudukan penguasa pada sistem ini adalah pemimpin dunia, dalam artian bahwa kekuasaan dunia akan ada dalam satu kendali.

Berbagai konspirasi dunia, masih terselip dan tertutupi oleh berbagai manuver politik dan ekonomi dunia, hal ini terjadi karena ambisi dan keinginan untuk membuat tatanan dunia yang baru menurut paham mereka. Mereka hanya mengenal satu jenis kebaikan, dan itu adalah hal yang mutlak, setiap adanya tanda kebenaran dari orang lain mereka tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya, karena itulah prinsip mereka, dan dalam propagandanya yang semakin representatif dan idealis, membuat penganutnya semakin gencar dalam menyebarkan paham ini. Maka dari itu, perbanyak ilmu dan bekal kehidupan di dunia ini sebanyak-banyaknya, karena ketika seseorang hanya bergantung pada politik dan sistem ekonomi negara, secara tidak langsung, ia telah menggantungkan diri terhadap konspirasi itu.

By: Admin

Minggu, 25 Januari 2015

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:

"Setiap insan adalah apa yang di pikirkannya, maka pikirkanlah dengan melibatkan hati di dalamnya"
Motivasi Akh Heru

Sabtu, 24 Januari 2015

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini

"Setiap hati adalah cerminan diri, maka jangan sekali-kali engkau kotori, karena ia tercipta dari mutiara yang suci"
Motivasi Akh Heru

Jumat, 23 Januari 2015

Assalamualaikum Cinta


Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum cinta, mungkin salam itulah yang akan terucap dari lisan ini ketika berjumpa dengan sang bidadari dunia.
Sub'hanAllah, betapa tinggi dan mulianya dikau wahai cinta, penciptaanmu, kehidupanmu, dan kehadiranmu sangatlah dinanti setiap makhluk yang ada di jagad raya ini.
Kemegahan dan kesucian adalah sifat lazimahmu, kemuliaan dan keberkahan adalah karakter pribadimu.
Betapa rindunya hati setiap makhluk menantikanmu wahai cinta, sungguh tiada hal yang dapat menggantikanmu selain dari pada-Nya.

Assalamualaikum cinta, sinarmu begitu menyilaukan dan menggugah setiap jiwa yang melihatnya, kilauanmu bak mentari di pagi hari yang membawa kehangatan dan selimut kedamaian.
Wahai cinta, begitu dirindukannya dikau hingga setiap insan tak kuasa menahan pedih ketika kehilanganmu, wahai cinta, engkau di besarkan dari kesatuan dan kedekatan qalbu, engkau di rawat dan di timang dalam balutan kasih sayang dan harmoni kemesraan.
Duhai cinta, adakah hal yang lebih indah selain dari padamu? Duhai cinta adakah kesempatan bagi diri ini untuk merawat dan membesarkanmu?
Cinta, salam rindu kini ku sampaikan dari dalam lubuh hati yang paling dalam, beserta lautan kasih sayang dengan pelangi kesempurnaan iman.

Assalamualaikum cinta, datang dan hadirlah, temani hidup dan matiku, cinta, mulialah dikau karena iman dan taqwa, sempurnalah dikau karena mengingat Allah.
Cinta, segera jumpa ya, semoga engkau mendatangi diri ini di kala Allah telah menentukan sang bidadari.
Cinta, Assalamualaikum..... ^_^

Motivasi Akh Heru

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:


"Kedewasaan bukan di tentukan dari seberapa besar dan tuanya kondisi seseorang, namun kedewasaan adalah bagaimana mainsett dan proses seseorang dalam menykapi suatu permasalahan"

Motivasi Akh Heru

Islamic Civilisation of Enginering School (Sekolah Rekayasa Peradaban Islam)


Islamic Civilisation of Enginering School (Sekolah Rekayasa Peradaban Islam)

Sebuah Sekolah, sebuah wahana pendidikan yang memungkinkan peserta didiknya untuk menjelajah sisi terdalam dalam segi ke-Islaman. Pendidikan, ilmu pengetahuan, analisa, rekayasa, hipotesa adalah sekelumik kata-kata yang sering kita dengar dalam ranah penelitian dan karya ilmiah, namun dari berbagai ungkapan di atas, apakah kita hanya terpaku pada analisa kasus ke duniaan? Apakah kita hanya terpusat pada penjelasan dan pemaparan akan kehidupan yang sesaat ini? Saya katakan tidak. Sekolah dan pendidikan seperti yang telah kita jalani sekarang ini adalah contoh kecil dari sebuah pemaksaan kepada logika dan otak kita untuk selalu dan terus meningkatkan ketajamannya dalam hal penguasaan ilmu alam semesta dan seisinya. Berbagai pemikiran dan paham yang telah terdefinisikan dalam bermacam-macam konsep sudah tersebar dan meluas tak terkendali. Pengetahuan dan kecakapan diri dalam menganalisa dunia dijadikan sebagai patokan dalam menjalankan sebuah proyek besar untuk menguak semua yang terkandung dalam jagad raya ini. 

Sekolah dan peradaban merupakan dua unsur yang berbeda, namun memiliki hubungan yang dekat. Coba kita menilik dan menganalisa sekali lagi, mengapa pertanyaan dan uraian seingkat diatas dapat muncul? adakah kolerasi antar satu kata dengan kata yang lain? Jawabannya ada pada diri anda masing-masing. Namun ketika kita menyoroti dan menggali lebih dalam lagi, khususnya dalam hal peradaban, pastilah semua itu ada hubungannya. Karena bagaimanapun juga sebuah peradaban pasti kita tinjau dari sudut pandang teknologi dan pendidikan, walaupun kebudayaan dan unsur lain yang terdapat dalam lingkup tersebut cukup kental kala itu. Peradaban adalah suatu masa yang terjadi pada waktu tertentu dengan pelaku yang tidak sama, namun pada hakikatnya sebuah peradaban pastilah berhubungan dengan pendidikan, sebab seiring berkembang dan majunya sebuah peradaban, disana pendidikan juga akan mengikuti.

"Sejarah adalah hal yang tak mungkin terjadi pada waktu yang sama, namun sejarah dapat berulang pada masa yang berbeda"
Motivasi Akh Heru

Merekayasa dan menganalisa adalah hal yang sudah biasa di kalangang mahasiswa, namun apakah setiap analisa dan pemikiran yang kita lakukan hanya sebatas pada masa kita hidup saja? Tidak kawan, karena setiap rekayasa dan pemikiran akan membuahkan peradaban dan masa yang baru, sebuah kehidupan dan tatanan sosial yang berbeda. Teman pemikiran dan pemahaman memang hal sangat di perlukan dan di perhatikan, memang benar ketika kita paham dan mengerti akan hal yang dimaksud, semuanya akan berjalan sesuai apa yang telah terencana, itu pun jika pemahamannya konkrit dan senada dengan yang lain, lalu bagaimana bagi yang belum atau bahkan tidak paham? Seperti layaknya seorang penguasa yang memunculkan sebuah fatwa dan aturan bagi rakyatnya, memang bagi rakyat yang mengerti dan memahami akan kebijakan itu dapat menerima dan melaksanakannya dengan baik, namun bagaimana dengan yang tidak? Mungkin mereka akan mendemo besar-besaran atau bahkan melakukan kerusakan pada administrasi pemerintahan, padahal jelas bahwa pemerintah manginginkan hal ini berjalan agar rakyatnya sejahtera. Itulah salah satu contoh kecil akan pentingnya sebuah pemahaman. Maka dari itu rekayasa dan analisa haruslah sejalan dan berimbang.

Sedangkan dari segi keislaman, yang sudah jelas-jelas memaparkan dan memfaktualisasikan setiap kejadian yang telah lampau, bahkan setiap kejadian dan momentumnya tertulis dan terbukukan secara rapi dalm Al Quran, tanpa ada perubahan sekecil apapun. Apakah ada karaguan di dalamnya? Tentu saja tidak, karena kitab itu adalah terbitan langsung dari Allah yang kemudian di wahyukan kepada Rasulullah SAW melalui Malaikan jibril. Setiap kejadiannya tidak ada yang saling bertentangan, dan Islam telah membawa perubahan dan merekayasa peradaban dengan mengubah manusia dengan berbagai Tuhannya menjadi satu padu dan berprospek pada satu Tuhan yaitu Allah. Islam telah membuktikan banyak hal yang dapat di jangkau akal dengan mudah, bahkan dari segi ilmu pengetahuan Islam telah mengajarkannya, mulai dari penyanggahan teori Plato 400 tahun sebelum masehi yang menyatakan bahwa bumi itu bulat, Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species (1859) yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Apakah Nabi Adam AS selaku manusia pertama yang menginjakan kaki di bumi berasal dari kera? Apakah ada buktinya? Nah dari sekian banyak yang telah di jabarkan Islam oleh kita apakah kita masih meraguan rekayasa yang telah dilakukan Rasulullah?

Nah, dari sini kita mulai sadar bahwa rekayasa peradaban itu di perlukan dalam suatu pendidikan dalam bentuk yang sistematis yang kemudian di kemas dalam bentuk tempat pembelajaran yang disebut sekolah. Terbukalah semua, terbukalah jendela kita akan pengetahuan dan rekayasa yang sesungguhnya, kini kita tahu bagaimana pentingnya suatu pendidikan yang berprospek pada perekayasaan sebuah peradaban dan berkonsen penuh pada Islam tanpa melalaikan pengetahuan umum. 

"Sebuah peradaban bukan terbentuk dari banyaknya orang yang berjaya, namun peradaban terbentuk karena adanya persatuan paham dan perekayasaan pemikiran"
Motivasi Akh Heru
By: Admin

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari ini:


"Kepahaman akan ilmu pengetahuan yang mengangkat derajad setiap makhluk hidup yang mau belajar adalah faktor yang membedakan antar jiwa yang labil, penuh kemaksiatan,, dan ketakhlukan akan nafsu dengan jiwa yang penuh kesadaran, pengetahuan, dan keistiqomahan dalam menjemput hidayah dari-Nya" ^_^
Motivasi Akh Heru

Kamis, 22 Januari 2015

KONSEPTUALISASI SEORANG KADER



KONSEPTUALISASI SEORANG KADER

"Sebuah konsep tanpa adanya realisasi adalah suatu kebuhongan besar, sedangkan realisasi tanpa adanya konsep adalah kehancuran yang nyata"
Motivasi Akh Heru


Setiap orang mempunyai jalan hidup dan tujuannya masing-masing, setiap orang juga mempunyai pandangan dan persepsi yang berbeda dalam menyikapi suatu keadaan. Dalam hal ini setiap langkah dan setiap tindakan yang kita ambil merupakan penentu sekaligus cerminan sebuah spekulasi dari goal yang akan kita capai di kemudian hari. Dalam memanajemen sesuatu, pastilah kita perlu sebuah plan, sebuah rencana, ataupun sebuah gambaran akan langkah kerja apa yang harus kita lakukan dan bagian mana yang harus kita selesaikan. Lalu apa hubungannya? Dan bagaimana kemudian cara kita dalam maknai arti dari sebuah konseptualisasi?

Dalam perencanaan suatu kegiatan, pengonsepan, pemaparan gagasan, dan pengerucutan visi misi merupakan hal yang harus kita perhatikan. Karena dibalik tim yang hebat, pastilah punya konseptor yang handal. Dialah yang kemudian kita sebut dengan Master Planer. Karena sekecil apapun agenda yang akan kita jalankan, tanpa adanya sang master planer tidak akan ada kata sukses. Karena sebuah konsep tanpa adanya realisasi hanyalah kebohongan, sedangkan sebuah realisasi tanpa adanya konsep adalah kehancuran yang nyata.

Kembali pada pemaknaan sebuah konseptualisasi. Sebenarnya konseptualisasi sendiri merupakan sebuah proses dalam pembentukan suatu konsep yang mana setiap proses dan analisisnya bertitik tolak pada gejala-gejala pengamatan yang kita lakukan di lapangan. Dan proses tersebut bersifat abstrak akan tetapi dampak dan perealisasiannya bersifat empiris. Dalam pelaksanaannya kadang kala orang sering menyalah artikan makna di balik sebuah konseptualisasi. Kita juga seringkali melihat dan bahkan ikut dalam suatu organisasi yang mana ketika akan melaksanakan sebuah agenda ataupun program kerja, pasti sie acaralah yang paling dominan dalam pematangan dan penggodokan sebuah konsep. Mulai dari komponen acara, teknis pelaksanaan, hingga unsur kelengkapan. Ya memang itulah tugas dan tanggung jawab dari sie acara. Namun dibalik itu semua, segala keputusan akan kembali kepada master planer, karena dialah sang pemegang kekuasaan tertinggi, dan penentu akan sebuah kebijakan yang mengatur segala sesuatu mengenai proses keberjalanan suatu kegiatan. Nah dari sini kita dapat melihat, bahwa kunci dari suatu pemanajemenan ada pada master planer.

Kemudian bagaimana dengan seorang kader? Apa sebenarnya yang membedakan antara orang biasa dengan seorang kader? Dan siapakah mereka? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sekiranya muncul dalam benak kita. Coba kita kupassatu per satu. Kader... Ya kata yang sudah familiar dikalangan para aktivis, kata yang sering kita dengar dalam ranah organisasi, dan kata yang identik dengan regenerasi. Kader merupakan seseorang yang dibina, dibimbing, dan dididik untuk menjadi cikal dan tunas dari sebuah organisasi. Dalam pemilihan seorang kader tidaklah dengan cara asal tunjuk, karena mereka akan di nilai berdasarkan kemampuan dan soft skill dasar yang mereka miliki. Memang ketika kita tinjau dari segi fisik dan perawakan seorang kader tidaklah mempunyai perbedaan yang signifikan, bahkan bisa dikatakan sama dengan orang biasa. Akan tetapi seorang kader dikatakan berbeda dengan orang biasa karena mereka memiliki kapasitas lebih yang tidak dimiliki oleh mereka yang biasa. Berbicara mengenai kapasitas, tentunya setiap keder mempunyai tingkatan dan karakteristiknya masing-masing. Ada yang spesifikasinya menulis, ada yang spesifikasinya di pablic speaking, adapun yang berada dalam ranah pemikiran, bahkan ada pula yang mumpuni dalam ketiga karakteristik tersebut. Satu hal lagi yang membedakan antara seorang kader adalah daya analisis dan mainsett mereka dalam menyeting suatu kegiatan ataupun menyikapi suatu permasalahan. Dalam menyikapi suatu permasalahan, seorang kader tidak akan pernah sekalipun memberikan celah bagi kegagalan untuk masuk, akan tetapi seorang kader akan membuka celah selebar-lebarnya bagi peluang keberhasilan untuk masuk.

"Bukanlah disebut konseptualis ketika setiap pemikiran dan analisanya mudah tersibgoh dan terombang-ambing oleh pahan dan ideologi orang lain"
Motivasi Akh Heru

Jadi, konseptualisasi seorang kader adalah konsep yang di buat dan direncanakan oleh seorang kader dengan ketajaman pemikirannya, dengan kecerdasan emosionalnya, dan dengan kematangan softskillya dimana konsep tersebut didasarkan atas pengidentifikasian masalah, yang dilanjutkan dengan analisis situasi dan kondisi, yang kemudian di planing, dan diakhiri dengan eksekusi. Nah..... Sekarang kita tahu bahwa konseptualisasi seorang kader bukanlah sekedar konsep, akan tetapi sebuah perencanaan luar biasa yang dilatarbelakangi oleh orang-orang hebat, yang di analisis oleh SDM yang berkompeten dan dikemudikan oleh seorang master planer. Ingatlah bahwa setiap konseptualisasi seorang kader adalah konsep yang didasarkan atas kepahaman dan kesadaran. Bukan atas dasar keterpaksaan dan beban tuntutan.

By: Admin

Motivasi Hari Ini

Motivasi hari ini:


"Hanya hati yang istiqomah yang mampu mempertahankan kedudukannya sebagai manusia. Karena jiwa manusia itu labil, dan ia tercipta untuk cinta dunia"
Motivasi Akh Heru

Pendidikan Hari Ini

PENDIDIKAN

"Pendidikan bukan hanya yang menceraskan, namun pendidikan adalah yang menyadarkan"

Motivasi Akh Heru

Sekolah yang tidak layak, sarana yang tidak memadahi, SDM yang kurang berkualitas, dan ketidakmerataannya kesejahteraan sosial. Itulah sekelumik masalah yang berkaitan dengan pendidikan di Indonesia, betapa mirisnya, betapa malangnya, dan betapa terlambatnya tranver pendidikan di Negara ini. Mengapa hal ini terjadi? Dan mengapa hal ini semakin rumit dan sulit untuk terselesaikan? Mungkin dua pertanyaan di atas telah mewakili rasa penasaran anda mengenai perkembangan pendidikan di Indonesia. Memang begitu banyak permasalahan yang muncul dalam Negeri yang sedang berkembang ini, namun bagaimanapun juga, kita sebagai warga Negara yang baik, harus terus berpikir kreatif nan inovatif namun tapa pada konsep yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan.

Ilmu pengetahuan, teknologi informasi dan komunikasi, serta berbagai multi media yang telah berkembang pesat pada era globalisasi saat ini membuat para pemuda, anak-anak, bahkan masyarakat umum terperdaya, terpengauh, bahkan terbawa arus konspirasi yang telah dirancang oleh gelombanng globalisasi yang semakin lama semakin tinggi dan mengahnyutkan. Banyak generasi muda yang sebenarnya kita harapkan untuk menjadi pembesar sekaligus pembaharu bagi negeri yang sedang sakit ini, malah justru terhigemoni oleh konsep-konsep sosialis komunis yang membawa pengaruh negatif dan merusak moral yang luhur, yang telah di wariskan oleh para tokoh-tokoh terdahulu. Soekarno, Bung Hatta, BJ Habibie, Bung Tomo, dan segenap jajaran pejuang bangsa yang telah menorehkan secercah cahaya kebangkitan bagi Bangsa ini, telah merelakan masa muda mereka, merelakan kebebasan mereka, dan merelakan kebahagiaan mereka demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Apakah hanya dengan kita berleha-leha dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa terhadap bangsa ini akan membuat mereka bangga? Apakah akan membuat mereka bahagia disana? Saya jawab tidak, tidak sama sekali. Dimana sosok Soekarno yang cerdas dan dapat menguasai 5 bahasa sekaligus? Dimana sosok Bung Hatta yang kita rindukan pergerakan dan konseptualisasinya? Dimana sosok Bung Tomo yang menggelorakan semangat pejuang kemerdekaan?

Pendidikan, jawaban atas semua permasalahan dalam Negeri yang sakit ini. Pendidikan adalah dasar, pendidikan adalah awal, dan pendidikan adalah tolak ukur akan maju atau tidaknya sebuah negara. Ya, begitulah faktanya, coba kita menelisik lebih jauh lagi mengenai peran pendidikan bagi setiap jengkal kehidupan kita. Politik dengan berbagai keruwetannya dalam merangkai sebuah tatanan negara yang baik dan ideal memerluakan sebuah transfer ilmu yang baik dan sistematis, sebuah penanaman paham dan juga penalaran pengetahuan juga akan sangat berguna dan bermanfaat bagi kehidupannya di masa yang akan datang. Ekonomi bisnis dengan berbagi startegi dan teknik dalam merketing-nya yang begitu kompleks serta memerlukan pengelolaan yang intensif, pastilah membutuhkan penanaman ilmu yang mendalaman akan proses analitisnya, nah dari secuil kejadian diatas, sudah dapat kita lihat, bahwa betapa besar peran ilmu pengetahuan bagi kehidupan kita. betapapun berat tuntutan dan tanggungan kita dalam suatu pekerjaan ataupun sebuah organisasi, pastikan bahwa pendidikan adalah dasar dalam sebuah penyelesaian dari tuntutan dan tanggungan tersebut, sebab ilmulah yang membuat kita maju, ilmulah yang membuat kita besar, dan ilmulah yang membuat kita berjaya.

"Dibalik majunya sebuah bangsa, terdapat pemimpin yang cerdas, dan dibalik sosok pemimpin yang cerdas terdapat pendidikan luar biasa"


Motivasi Akh Heru

Teman, pendidikan harus kita gelorakan, pendidikan harus kita sejahterakan, dan pendidikan harus kita setarakan, sebab di sanalah kunci keberhasilan dan kemajuan umat manusia, karena bagaimanapun juga generasi muda harus kita bentuk, harus kita siapkan, untuk masa depan Indonesia yang lebih baik

By: Admin

Rabu, 21 Januari 2015

Kader Sejati

KADER

"Pejuang sejati bukan hanya ketika kita berhasil menumbangkan musuh. Namun pejuang sejati adalah bagaimana ketika kita berhasil menguasai dan mengendalikan hawa nafsu"

Motivasi Akh Heru

Kader...... Sebuah kata yang sudah sangat familiar bagi kita kalangan aktivis, sebuah kata yang kerap kali kita dengar dalam ranah organisasi. Tidak dapat di pungkiri memang, bahwa setiap organisasi atau kelompok, bahkan Negara sekalipun membutuhkan peran aktif dari seorang kader. Konseptualis, Representatif, dan Reaktif adalah salah satu ciri khas yang dimilikinya, integritas dan ketekunannya dalam melaksanakan berbagai amanah dan tanggungjawab tak perlu kita pertanyakan lagi. Sudah terlalu sering bagi kalangan aktivis untuk menuntaskan sebuah persoalan atau bahkan sebuah tanggung jawab, sudah terlalu biasa bagi seorang organisator dalam mengendalikan dan memanagemen waktu sebaik, serapi, dan seefisien mungkin, mungkin terlihat naif, namun begitulah seharusnya sifat yang harus dimiliki seorang kader, karena tanpa adanya perasaan tanggung jawab dan sifat amanah, seseorang tidak akan pernah kita sebut dengan kader.

Perjuangan, perlawanan, dan pergerakan adalah jalan yang harus ditempuh oleh seorang kader, karena bagaimanapun juga sebuah konsep ataupun gagasan yang dimunculkan dalam sebuah forum haruslah diwujudkan jika memang bermanfaat dan membawa perubahan baik bagi kita khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya. Karena sebuah konsep tanpa adanya realisasi hanyalah sebohongan besar, dan sebaliknya, sebuah realisasi tanpa adanya konsep pastilah sebuah kehancuran yang nyata.

Dalam kehidupan kampus, mahasiswa tidak akan pernah terlepas dari yang namanya beban kuliah dan tugas ini itu, terlebih ketika di berikan tugas tambahan berupa survey lokasi dan lain sebagainya. Sudah pasti kita sebagai seorang organisator sangat sulit untuk membagi waktu dan mementukan prioritas. Namun bagaimanapun juga, sebuah amanah harus di disampaikan, tugas harus diselesaikan, tanggung jawab harus dilaksanakan. Ingatlah wahai kader, satu tetes peluh dan air mata kalian yang berharga itu, pastilah akan tergantikan oleh manisnya sebuah keberhasilan, karena keberhasilan bukan hanya ditentukan dari seberapa suksesnya sebuah agenda, namun keberhasilan terbaik adalah bagamana kemudian langkah kita dalam memajukan dan mendongkrak kesejahteraan bagi setiap orang yang kita oerjuangkan. 

Lelah dan letih adalah hal yang biasa, namun semangat dalam berusaha, dan keuletan dalam bekerja haruslah tetap kita jaga, itulah prinsip kader, dan itulah yang harus mereka miliki. Teman, pejuang itu memang harus merasakan sakitnya dihina, sakitnya di tempa, dan sakitnya di cerca, panglima memang harus menanggung berbagai kondisi terburuk dalam  berbagai situasi, dan pehlawan memang harus mengalami betapa sulitnya pengorbanan, dan betapa pedihnya pertarungan. Biarlah berbagai tempaan yang kita rasakan ini membimbing kita, biarlah kelelahan ini membesarkan kita, dan biarlah kesakitan ini mendewasakan kita, karena kita hanya bisa berusaha, karena Allah lah yang memnentukan. Dan kita hanya bisa berdoa agar semilir angin surga mendayu lembut menghalau berbagai tempaan ini. Kita jadikan jalan ini sebagai jalan perbaikan dan jalan kemenangan untuk kita. 

"Karena Allah tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan, dan Allah pun tahu apa yang kita perlukan bukan apa yang kita harapkan"

Motivasi Akh Heru

Inilah jalan kita teman, dan inilah tanggung jawab kita sebagai seorang kader.....!!!!

By: Admin

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:

"Janganlah hidup untuk membesarkan keragu-raguan,
Tapi hiduplah untuk membesarkan harapan"  ^_^

Pengenalan Akidah


Pengenalan Akidah
  1. Akidah dari segi bahasa bererti simpulan iman ataupun pegangan yang kuat atau satu keyakinan yang menjadi pegangan yang kuat
  2. Akidah dari sudut istilah ialah kepercayaan yang pasti dan keputusan yang muktamat tidak bercampur dengan syak atau keraguan pada seseorang yang berakidah sama ada akidah yang betul atau sebaliknya
  3. Akidah Islam ialah kepercayaan dan keyakinan terhadap Allah sebagai rabb dan ilah serta beriman dengan nama-namaNya dan segala sifat-sifatNya juga beriman dengan adanya malaikat, kitab-kitab, para Rasul, Hari Akhirat dan beriman dengan taqdir Allah sama ada baik atau buruk termasuk juga segala apa yang dating dari Allah. Seterusnya patuh dan taat pada segala ajaran dan petunjuknya. Oleh itu, akidah Islam ialah keimanan dan keyakinan terhadap Allah dan RasulNya serta apa yang dibawa oleh Rasul dan dilaksanakan dalam kehidupan
Pengertian Akidah
  1. Ilmu yang membicarakan perkara-perkara yang berkaitan keyakinan terhadap Allah swt dan sifat-sifat kesempurnaanNya.
  2. Setiap umat Islam wajib mengetahui, mempelajari dan mendalami ilmu akidah supaya tidak berlaku perkara-perkara yang membawa kepada penyelewengan akidah kepada Allah swt
  3. Akidah sebenar adalah akidah yang berdasarkan pada al-Quran dan As-Sunnah
Ilmu Akidah

Ilmu Tauhid
Ilmu yang menerangkan tentang sifat Allah swt yang wajib diketahui dan dipercayai
Ilmu Usuluddin
Suatu ilmu yang kepercayaan dalam agama Islam, iaitu kepercayaan kepada Allah swt dan pesuruhNya
Ilmu Makrifat
Suatu ilmu yang membahaskan perkara-perkara yang berhubung dengan cara-cara mengenal Allah swt
Ilmu Kalam
Sesuatu ilmu yang membahas tentang akidah dengan dalil-dalil aqliah (ilmiah) sebagai perisai terhadap segala tentangan daripada pihak lawan
Ilmu Akidah
Suatu ilmu yang membahas tentang perkara-perkara yang berhubung dengan keimanan kepada Allah swt
Huraian Rukun Iman
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Umar Ibni Al-Khattab r.a bahawa di dalam pertemuan malaikat Jibril dengan Rasulullah saw di dalam sebuah majlis yang dihadiri oleh ramai sahabat-sahabat Rasulullah saw maka Jibril telah mengemukakan pertanyaan kepada Rasulullah saw yang bermaksud:-
“Jibril telah berkata kepada Rasulullah, kamu terang kepadaku mengenai iman maka jawab Rasulullah, iman itu ialah bahawa kami beriman kepada Allah, kepada malaikat, kepada kitab-kitab, kepada rasul-rasul, kepada hari kemudian dan kamu beriman bahawa habuan dan peruntukan bagi kamu sama ada baik atau buruk adalah semua daripada Allah swt, maka Jibril pun berkata kamu telah berkata benar.”

Jadi, dari ayat Al-Quran dan hadith dapatlah disimpulkan bahawa iman itu ialah 6 perkara iaitu:
  1. Percaya kepada Allah
  2. Percaya kepada Malaikat
  3. Percaya kepada Kitab
  4. Percaya kepada Rasul
  5. Percaya kepada Hari Kiamat
  6. Percaya kepada Qada’ dan Qadar
Percaya Kepada Allah Swt
Erti beriman dengan Allah Ta’ala itu ialah mengetahui, percaya dan beriktikad dengan perkara-perkara yang wajib, perkara-perkara mustahil dan perkara yang harus bagi Allah Ta’ala.

Beriman dengan Allah juga bermaksud:
  1. Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah
  2. Membenarkan dengan yakin akan keEsaan Allah, baik dalam perbuatanNya menjadikan alam dan makhluk seluruhnya mahupun dalam menerima ibadat setiap makhluk
  3. Membenarkan dengan yakin bahawa Allah bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, suci dari segala kekurangan dan suci juga dari menyerupai segala yang baharu

“Wahai sekalian manusia! Beribadatlah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu supaya kamu (menjadi orang-orang yang ) bertaqwa –
(Surah Al-Baqarah:21)
Ertinya bahawa Allah itu adalah pencipta setiap benda yang ada di ala ini termasuk bumi langit dan planet-planet yang lain, yang dapat dilihat atau tidak, semuanya adalah kepunyaan Allah swt
Percaya kepada Allah ini adalah pokok kepada kepercayaan atau rukun-rukun iman yang lain kerana dengan adanya Allah maka adanya yang lain-lain itu.

  1. Tauhid Rububiyah dan Uluhiyyah Allah swt
  2. Tauhid Rububiyah bermaksud hanya Allah sahaja sebagai Rabb (pencipta, pemilik, pemerintah, memberi rezeki dan seumpamanya). Tidak boleh dijadikan, dianggap atau dirasakan yang lain sebagai rabb atau bersama-sama Allah menjadi Rabb.
  3. Tauhid Uluhiyyah bermaksud orang Islam yang beriman dengan keimanan yang sebenar, dia hanya mengambil Allah sebagai Ilah. Dia tidak meletakkan Allah bersama-sama yang lain sebagai Ilah. Allah sahaja sebagai pujaan dan sembahannya. Maklud Ilah ialah sesuatu yang dipuja dan disembah.
  4. Mempelajari dan memahami ajaran Allah
  5. Maksud beriman kepada Allah juga sepatutnya kita mempelajari dan memahami segala yang datang daripada Allah melalui RasulNya sama ada dalam al-Quran atau al-Sunnah. Maksud beriman kepada Allah bukan sekadar percaya tentang kewujudan Allah tetapi termasuk juga segala apa yang datang daripada Allah swt
Yakin dan Melaksanakan Petunjuk Allah swt
Antara maksud dan tuntutan iman kepada Allah ialah yakin terhadap apa yang datang daripada Allah. Yakin dengan kebenaran, kesempurnaan Islam sebagai satu Din yang shamil dan kamil serta terbaik
Percaya kepada Malaikat
Ertinya ialah bahawa Allah telah menjadikan sejenis makhluk halus yang keadaan asalnya tidak boleh dilihat, bukan lelaki dan bukan perempuan. Hidup mereka sentiasa taat kepada perintah Allah tanpa sesekali menderhakainya. Malaikat dijadikan oleh Allah daripada cahaya. Sabda Rasulullah saw (terjemahanya):
”Malaikat itu dijadikan daripada cahaya, jin dijadikan daripada api yang tidak berasap & dijadikan nabi Allah Adam sebagaimana yang diterangkan iaitu daripada tanah”–(Hadith riwayat Muslim)
Nama dan Tugas Malaikat
  1. Jibril – Menyampaikan wahyu dan perintah Allah kepada nabi-nabi & rasul-rasulNya untuk disampaikan kepada manusia
  2. Mikail – Mengawal cekerawala termasuk matahari, bulan, bintang-bintang, hujan & panas dan lain mengikut yang dikehendaki oleh Allah
  3. Izrail – Mencabut nyawa seluruh makhluk yang bernyawa apabila sudah sampai waktu yang dikehendaki oleh Allah
  4. Israfil – Meniup sengkekala apabila tiba masanya
  5. Raqib – Mencatit amalan baik yang dilakukan oleh manusia
  6. Atid – Mencatit amalan jahat yang dilakukan oleh manusia
  7. Mungkar – Menyoal manusia di dalam kubur
  8. Nakir – Menyoal manusia di dalam kubur
  9. Ridhwan – Mengawal syurga
  10. Malik – Mengawal neraka

Antara tugas-tugas Malaikat seperti:
  1. Membawa wahyu kepada para Nabi dan Rasul
  2. Bertasbih dan patuh dan sujud pada Allah
  3. Memikut Arsy
  4. Berdoa untuk orang-orang beriman
Peranan Malaikat di Akhirat seperti memberi salam pada ahli syurga, mengazab ahli neraka dan seumpamanya
Hikmat Beriman Kepada Malaikat
  1. Seseorang itu menyedari bahawa dia sentiasa diawasi oleh Malaikat maka dia akan sentiasa menjaga tingkah laku yang berkelakuan baik, menjaga tutur kaya yang walau dimana dia berada
  2. Seseorang akan segera insaf dan tidak mengulangi kesalahan dan kesilapan kerana menyedari setiap tutur kata dan gerak laku yang tidak terlepas daripada catitan Malaikat Raqib & Atid
  3. Seseorang muslim akan sentiasa melakukan apa yang disuruh Allah dan menghindar apa yang dilarang Allah supaya selamat di alam kubur kerana dia mengetahui apabila dia mati, dia akan ditanya dan diseksa oleh Malaikat di dalam kubur
Percaya Kepada Kitab

Orang-orang Islam wajib percaya bahawa Allah swt telah menurunkan beberapa buah kitab kepada rasul-rasulNya. Isi pengajaran kitab-kitab itu adalah mengandungi ajaran-ajaran mengenai amal ibadat untuk akhirat dan juga petunjuk-petunjuk untuk memperbaiki kehidupan manusia di dunia
Kitab-kitab yang wajib diketahui ialah:
  1. Zabur : Nabi Daud (dalam bahasa Qibti)
  2. Taurat : Nabi Musa (dalam bahasa Ibrani)
  3. Injil : Nabi Isa (dalam bahasa Suryani)
  4. Al-Quran : Nabi Muhammad saw (dalam bahasa Arab)

Firman Allah swt yang bermaksud:
”Pada mulanya manusia itu adalah umat yang satu (menurut agama Allah yang satu tetapi akhirnya mereka telah berselisih faham), maka Allah telah mengutuskan nabi-nabi sebagai pemberi khabar gembira (kepada orang-orang yang beriman dengan balasan syurga), dan pemberi amaran (kepada yang engkar dengan balasan azab neraka), dan Allah menurunkan bersama nabi-nabi itu kitab-kitab suci yang mempunyai keterangan-keterangan benar untuk menjalankan hukuman di antara manusia mengenai apa yang mereka pertikaikan”
(Surah Al-Baqarah: 213)
Al-Quran merupakan kitab terakhir sekali diturunkan oleh Allah & penutup kepada segala kitab-kitab yang terdahulu
Percaya Kepada Rasul

Seseorang Islam diwajibkan beriman bahawa Allah telah mengutuskan beberapa orang rasul yang dipilihNya daripada jenis manusia yang cukup sempurna. Mereka membimbing manusia kepada kehidupan yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat
Sifat-sifat yang wajib bagi Rasul:
  1. Siddiq – Benar pada segala percakapan, perkhabaran & perbuatan
  2. Amanah – Jujur dan tidak membuat kesalahan
  3. Tabligh – Menyampaikan semua perintah Allah kepada manusia
  4. Fathonah- Bijaksana

  1. Erti Rasul dari segi bahasa : Utusan yang menyampaikan sesuatu perutusan seseorang kepada orang lain
  2. Erti Rasul dari segi istilah: Lelaki utusan Allah yang menerima wahyu Allah untuk dirinya yang wajib disampaikan kepada umat manusia agar mereka dapat melalui jalan yang lurus dan diredhai Allah
  3. Dari segi keaslian : al-Quran tetap asli tidak ada perubahan dan tidak mampu dipinda oleh manusia manakala kitab-kitab lain berubah dan tidak asli
  4. Al-Quran sesuai untuk semua zaman dan tempat, manakala kitab-kitab lain untuk tempoh-tempoh tertentu sahaja
  5. Bahasa Al-Quran adalah bahasa arab yang hidup pemakainnya sepanjang masa, iaitu sentiasa digunakan oleh ramai dan banyak negara di seluruh dunia

Hikmah Beriman Dengan Kitab-kitab

Menunjukkan bahawa agama yang dating daripada Allah adalah satu sahaja iaitu Islam yang terkandung di dalam kitab-kitab yang datAng daripada Allah mendahului. Para Nabi semasa ke semasa sehinggalah kitab al-Quran
Umat manusia di sepanjang zaman sebenarnya memerlukan agama yang satu iaitu Islam, yang berteraskan akidah tauhid. Ini semua terkandung dalam semua kitab-kitab yang datAng daripada Allah

Perbezaan dari segi syariat perkara penting berkaitan pelaksanaan dalam agama boleh berlaku. Yang ditegah secara tegas ialah perbezaan dari segi akidah atau perkara-perkara usul. Ini terbukti dalam syariat-syariat kitab-kitab dari satu nabi dengan nabi yang lain berbeza, tetapi akidah dan perkara pokok yang lain semuanya sama
Semua para Nabi adalah Islam. Tidak ada percanggahan antara al-Quran dan Taurat sebagaimana juga tidak ada pertentangan dengan Injil dan kitab-kitab lain. 

Percaya Kepada Hari Akhirat

Beriman kepada hari Akhirat merupakan masalah yang paling berat dari segala macam akidah dan kepercayaan manusia. Sejak zaman sebelum Islam sampailah sekarang manusia telah memperkatakan masalah ini. Para ahli fakir selalu menempatkan persoalan ini sebagai inti penyelidikan, sebab beriman kepada hari akhirat akan membawa manusia kepada keyakinan adanya satu kehidupan duniawi dan penciptaan manusia. Demikianlah pentingnya masalah ini hingga turunnya ayat-ayat Allah menerangkan kedudukan hari Akhirat.

Lima fasa pola beriman kepada hari Akhirat:
  1. Tahap kehancuran makhluk yang ada di muka bumi. Terjadi gempa bumi, di mana gunung-gunung menjadi debu, air laut mendidih meluap-luap, bintang-bintang berguguran, langit bergulungan, sedang manusia mabuk dan pitam. Kemudian musnahlah segala makhluk sama ada yang bernyawa mahupun tidak, hanya Allah yang tetap kekal
  2. Hari kebangkitan di mana manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan dipadang Mahsyar
  3. Diperlihatkan seluruh amal perbuatan di dunia dahulu. Tidak ada yang tersembunyi sama ada yang jahat mahupun yang baik, sekalipun sebesar zarah
  4. Hari menghisab di depan mahkamah keadilan Allah, dimana manusia akan memperolehi keputusan yang paling adil tanpa ada penganiayaan
  5. Hari keputusan di mana manusia akan menerima ganjaran yang setimpal dengan amalannya. Di sini saat yang dijanjikan akan dipenuhi sebagai tujuan penciptaan manusia. Mereka yang banyak amal kebajikan ditempatkan di syurga dan banyak amalan kejahatan akan ditempatkan di neraka

Kepentingan Beriman dengan Hari Akhirat
  1. Memperbaharui kesedaran tentang hakikat adanya alam akhirat yang merupakan tempat manusia menerima balasan dan juga tempat yang kekal abadi untuk semua manusia
  2. Mempertingkatkan keimanan dengan merasai keagongan Allah Rabul-Alamin selaku pemerintah dan penguasa serta tuan punya Alam, pencipta dan pemilikan hari Akhirat dan segala isi kandungannya
  3. Melembutkan hati manusia dengan mengingati mati dan Hari Akhirat
  4. Mengalakkan orang Islam melakukan ma’ruf (kebaikan) dan meninggalkan kejahatan
Beriman Kepada Qada Dan Qadar'
Maksud Takdir
  1. Takdir ataupun ketentuan Allah terhadap makhluknya khususnya manusia dapat dibahagikan kepada dua:
  2. Ketentuan tentang nature yang mengandungi sebab musabab
  3. Takdir atau ketentuan Allah terhadap makhlukNya, khususnya manusia

Sikap Orang Islam Dalam Menerima Takdir Allah
  1. Menerima dan redha terhadap apa yang ditakdirkan oleh Allah, kerana Allah Maha Adir dan tidak mungkin melakukan kezaliman terhadap makhlukNya. Apa yang Allah tentukan kepada manusia di luar dari pilihan manusia adalah kebijaksanaan dan keadilan Allah. Ada sesuatu hikmah di sebalik ketentuan itu. Mungkin apa yang kita rasa baik adalah buruk bagi kita dan demikianlah sebaliknya. Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kita ketahui
  2. Mestilah bersabar sekiranya Allah takdirkan sesuatu yang buruk yang berlaku ke atas diri kita. Mungkin di sebalik apa yang berlaku itu ada sesuatu yang baik yang Allah akan anugerahkan kepada kita
Peringkat-Peringkat Iman
  1. Iman Taqlid – Iman ikut-ikutan, hanya semata-mata mengikut pendapat orang lain
  2. Iman Ilmu – Beriman semata-mata kerana berilmu dan berdasarkan pada fikiran tidak terletak di hati
  3. Iman A’yan – Iman yang terletak di dalam hati. Iman ini dimiliki oleh orang-orang soleh
  4. Iman Hak – Iman sebenar yang terlepas dari nafsu syaitan. Iman ini dimiliki oleh golongan muqarabbin, iaitu orang yang hampir dengan Allah
  5. Iman Hakikat – Iman peringkat tertinggi yang boleh dicapai oleh manusia. Iman ini hidup semata-mata untuk Allah dan Rasul serta hari Akhirat seperti para sahabat nabi
Iman Bertambah Dan Iman Berkurang
Iman manusia sentiasa bertambah dan berkurang mengikut amalan. Perkara-perkara yang perlu dilakukan untuk meneguhkan iman:
  1. Melawan hawa nafsu
  2. Mengosongkan hati daripada sifat-sifat tercela
  3. Membiasakan diri dengan sifat-sifat terpuji
  4. Melahirkan keikhlasan berbakti & berkorban semata-mata kerana Allah
  5. Memperbanyakkan amalan-amalan sunat
  6. Bertafakur, iaitu memerhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasan Allah  
Kepentingan Mempelajari Ilmu Akidah
Antara beberapa kepentingan mempelajari ilmu akidah termasuklah:
  1. Supaya terhindar daripad ajaran-ajaran sesat yang akan merosakan akidah seseorang terhadap Allah swt
  2. Meneguhkan keimanan dan keyakinan kepada sifat-sifat kesempurnaanNya
  3. Memantapkan akidah seseorang supaya tidak terikut dan terpengaruh dengan amalan-amalan yang boleh merosakan akidah
  4. Audit dan Timbangan Amalan. Antaranya perkara yang akan dialami oleh manusia di akhirat ialah hisab dan timbangan amalan
  5. Balasan Syurga dan Neraka. Berdasarkan nas-nas al-Quran menunjukkan bahawa orang yang mempunyai amalan baiknya banyak sehingga memberatkan timbangan amalan baik ia akan dimasukan ke dalam syurga, manakala mereka yang sebaliknya akan dimasukan ke dalam neraka
  6. Dapat mengeluarkan hujah-hujah yang boleh mematahkan hujah daripada pihak lawan yang cuba memesongkan akidah seseorang

Kepentingan Akidah Dalam Kehidupan Manusia
  1. Akidah Sebagai Asas
  2. Akidah Sebagai Penentu atau Pendorong
Penyelewengan Dan Kerosakan Akidah
  1. Melalui Percakapan atau ucapan
  2. Melalui Perbuatan
  3. Melalui Iktikad dalam hati
Pembinaan Akidah
  1. Memahami konsep Islam yang sebenarnya dan memahami konsep akidah secara khusus
  2. Membersihkan hati dengan cara meninggalkan dosa dan melakukan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah
  3. Sentiasa berjihad melawan nafsu dan syaitan untuk beriltizam dengan Islam
  4. Bersama-sama dengan orang-orang yang soleh atau sentiasa mencari suasana yang baik
  5. Sentiasa berdoa memohon pimpinan Allah
  6. Bertawakal kepada Allah
Kesimpulan
Secara keseluruhannya, konsep akidah amat mudah dipelajari dan difahami secara umum kepada sesiapa sahaja yang ingin mengamalkan akidah secara istiqamah(berterusan). Secara tidak langsung, masyarakat yang mengamalkan konsep akidah yang betul akan melahirkan sebuah negara yang tinggi ilmu, amal dan akhlaknya.

Deflnisi Ilmu Tafsir

Terdapat pelbagai definisi yang telah dibuat oleh ulama' Islam untuk mentakrifkan ilmu tafsir. Begitu juga perbincangan berkaitan perkataan tafsir dan takwil[1]. Namun, definisi yang paling baik untuk mentakrifkan ilmu tafsir pada pandangan penulis ialah: "Satu ilmu yang membahaskan tentang Hal ehwal al-Quran, dari aspek ia menunjukkan maksud kehendak Allah s.w.t., sekadar kemampuan manusia"


Untuk memperjelaskan lagi definisi ini, penulis membawakan pendapat as-Sayyid as-Syarif Ali bin Muhammad al-Jurjani. Beliau telah mendefinisikan ilmu tafsir sebagai :

"Ilmu yang membicarakan tentang hal ehwal kalam Allah dari aspek ia menunjukkan apa yang dikehendaki oleh Allah daripada kalam-Nya. la terbahagi kepada tafsir, iaitu perkara yang tidak dapat diketahui melainkan dengan an-Naql seperti asbabu al-nuzul dan kisah-kisah. Dengan erti kata yang lain, yang berkaitan dengan riwayat. Begitu juga ia terbahagi kepada takwil, iaitu perkara yang mampu diketahui melalui kaedah-kaedah bahasa Arab. Dengan erti kata lain, yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Maka, adalah salah jika seseorang individu membicarakan tentang tafsir tanpa ada naql dan takwil sekadar dengan hawa nafsu, walaupun tepat (tafsiran yang dibuat)."


Daripada definisi dan penerangan di atas, dapat difahami bahawa ada dua komponen penting dalam ilmu tafsir, iaitu tafsir dan takwil. Definisi-definisi yang lain, dirasakan tidak begitu sesuai. Ini dlsebabkan ada definisi yang diisi dengan perbahasan-,perbahasan dalam ilmu tafsir, sehingga menyebabkan definisi menjadi terlalu panjang.


Syarat-Syarat Ahli Tafsir

Para ulama telah menetapkan beberapa pra-syarat untuk ahli tafsir. Hal ini penting untuk memastikan tafsiran yang bakal dibuat benar-benar menepati syarak dan tidak ada pihak sewenang-wenangnya menafsirkan ayat al-Quran membabi buta. Secara amnya, terdapat sembilan syarat, iaitu[4]:

1. Akidah yang luhur dan betul
2. Menghindarkan diri daripada hawa nafsu
3. Menafsirkan al-Quran dengan al-Quran terlebih dahulu
4. Disusuli menafsirkan al-Quran dengan al-Sunnah
5. Menafsirkan dengan kata-kata para sahabat sekiranya tidak didapati dalam al-Quran mahupun al-Sunnah
6. Akhir sekali sekiranya tidak ada di dalam ketiga-tiga peringkat ini bolehlah ditafsir dengan kata-kata tabi'in
7. Penguasaan dalam bahasa Arab serta ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya
8. Penguasaan ilmu-ilmu asas yang berkaitan dengan al-Quran, seperti ilmu Qiraat, Tauhid, Usul Feqh dan Usul Tafsir
9. Kefahaman yang mendalam dan jitu yang memungkinkan ahli tafsir memilih tafsiran yang paling tepat.

Jenis-Jenis Tafsir

Terdapat pelbagai jenis tafsir berdasarkan dua aspek pembahagian iaitu :

a. Pembahagian tafsir dari aspek susunannya terbahagi kepada dua iaitu :

1. Tafsir Tahlili

la adalah tafsiran al-Quran bersifat analisis. Ayat-ayat disusun berdasarkan susunan yang terdapat dalam al-Quran (tartib mushafi)[5]. Seterusnya perkataan-perkataan ditafsirkan, ayat-ayat dikaitkan di antara satu sama lain, dan makna ayat diterangkan. Ini merupakan bentuk lama tafsir yang diketahui umum[6].



2. Tafsir Maudhu'i


Tafsiran dibuat berdasarkan tajuk-tajuk tertentu yang terdapat dalam al-Quran, atau yang berkaitan dengannya. Menurut Dr. 'Iffat as-Syarqawi, tafsir Maudhu'i ialah : "mengumpulkan sekumpulan ayat-ayat al-Quran yang membahaskan satu topik perbincangan pada satu tempat, kemudian ditafsirkan"[7] .



Ada yang berpendapat bahawa tafsiran yang tidak mengikut kaedah-kaedah tafsir yang terdapat dalam ilmu Usul Tafsir, termasuk dalam kategori tafsir maudhu'i, walaupun tafsiran dibuat mengikut susunan mushaf[8].

b. Pembahagian tafsir dari aspek sumber pula terbahagi kepada tiga iaitu :

1. Tafsir bi al-Ma'thur[9]

la adalah tafsiran ayat al-Quran dengan ayat yang lain. Termasuk dalam kategori ini ialah qiraat yang mentafsirkan qiraat yang lain.

Begitu juga tafsir yang diriwayatkan daripada Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat baginda. Di samping itu, ulama' juga memasukkan tafsiran yang dibuat oleh tabi'in dalam kategori ini.

2. Tafsir bi al-Ra'y[10]

la adalah tafsiran al-Quran dengan ijtihad selepas mengetahui selok belok bahasa Arab dan perkara-perkara yang berkaitan dengannya. Begitu juga mengetahui ilmu asbab an-nuzul, nasikh, mansukh serta ilmu-ilmu lain yang perlu diketahui oleh ahli tafsir.

3. Tafsir Isyari[11]

la adalah pentakwilan ayat-ayat al-Quran yang tidak bertepatan dengan zahir ayat tersebut, berdasarkan isyarat-isyarat seni (ilham) yang boleh diketahui oleh ahli-ahli suluk. Walau bagaimanapun, ia boleh dikaitkan dengan kehendak zahir ayat.


Sebagai contoh: Imam Tustari telah menafsirkan ayat ( فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَاداً )[12] dengan katanya : "iaitu (makna sekutu) lawan. Maka lawan yang paling besar ialah nafsu ammarah yang menyuruh kepada kejahatan" . Ayat tersebut pada zahirnya melarang manusia mensyirikkan Allah, sama ada dengan menyembah berhala, syaitan atau lain-lain yang disembah oleh manusia. Sungguhpun begitu, tafsiran tersebut boleh dikaitkan dengan zahir ayat. Hal ini disebabkan oleh hakikat sesuatu itu adalah ia berlawanan dengan sekutunya yang lain, seperti hal nafsu ammarah yang menyuruh manusia untuk melaksanakan tuntutan-tuntutannya dan menyekat mereka daripada menjaga hak-hak Allah. Begitulah juga halnya dengan berhala yang disembah oleh manusia sehingga mereka tidak melaksanakan perintah Allah dan menjaga hak-hak-Nya. Di samping itu, ada ayat lain yang menyokong tafsiran ini, iaitu (اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَاباً مِنْ دُونِ اللَّهِ )[13]. Ayat ini menyebut bahawa orang-orang kristian menyembah ulama-ulama dan rahib-rahib mereka. Namun, pada zahirnya mereka tidak berbuat demikian. Cuma, mereka mengikut segala perintah-perintah ahli-ahli agama tersebut dengan menghalalkan yang haram dan sebaliknya. Mereka lupa bahawa Allah sahajalah yang berhak untuk berbuat demikian.


Berdasarkan jenis-jenis ini, pelbagai kitab tafsir telah berjaya dihasilkan oleh ramai ahli tafsir dan menjadi rujukan sehingga ke hari ini. Adalah penting untuk mengetahui kitab-kitab yang terdapat dalam jenis-jenis tafsir tersebut. Hal ini kerana ia dapat memudahkan pembaca untuk sampai kepada maklumat yang ingin diperolehi daripada kitab-kitab tersebut.


Kesimpulannya, ilmu tafsir adalah antara ilmu terpenting di kalangan ilmu-ilmu Islam kerana dengannya umat Islam mampu memahami kandungan al-Quran yang membolehkan mereka bahagia di dunia dan akhirat. Pelbagai bentuk dan jenis tafsiran telah dihasilkan oleh ulama Islam. Sungguh pun begitu, adalah tidak mudah untuk menafsirkan ayat al-Quran kerana ia perlu kepada pelbagai persediaan seperti yang telah ditetapkan oleh para ulama.




Rujukan:

[1] Lihat: Dr.Muhammad Husain al-Zahbi. al-Tafsir wa al-Mufassirun, Maktabah Wahbah, Kaherah, 1995, jil.1, ms.17.

[2] Lihat: al-Sayuti, al-ltqanfi 'Ulumi al-Quran, Dar Ibn al-Kathir, Beirut, 2000, jil.2, ms.1189; Dr.Muhammad Husain al-Zahbi, Op.Cit., jil.1, ms.17.

[3] Lihat: Prof. Dr. Ali Ahmad Salus, Ma'a al-Syiah al-lthnai 'Asyairah, Dar al-Taqwa, Mesir. 1997, jil.2, ms.11.

[4] Manna' al-Qattan, Mabahith fi 'Ulum al-Quran, Muassasah al-Risalah, Beirut, 1998, ms. 329.

[5] Lihat: Prof. Dr. Syukri Shafiq Mustafa al-Akhdar, Fuyudat al-Mun'im al-Wahhab fi al-Tafsir al-Maudhu'i, Dar Abu al-Fadh, Mahallah Kubra, 2000, juz.2, ms.14.

[6] Lihat: Dr.' Iffat al-Syarqawi, Fi Mazahibial-Tafsir al-Islami, Dar al-Firdaus li al-Tiba'ah, Kaherah, 1999, ms.59.

[7] Ibid., ms.57.

[8] Temubual dengan Prof. Dr. Muhammad al-Sayyid Radhi Jibril di Tanta pada Februari 2001.

[9] Lihat: Syeikh Khalid Abdul Rahman al-'Ak, Usul al-Tafsir wa Qawa'iduhu, Dar al-Nafais, Beirut, 1986, ms.111.

[10] Lihat: Prof. Madya Dr. Solahuddin Yusuf Shalabi, Muhadharat fi Manahij al-Mufassirin, 1998, ms.142

[11] Lihat: Dr.Muhammad Husain al-Zahbi, Op. Cit., jil.2, ms.381.

[12] Surah al-Baqarah: 22.

[13] Surah al-Taubah: 31.
























Back to top