Tech News

SELAMAT DATANG DI MOTIVASI AKH HERU, BLOG PENUH MOTIVASI DAN INSPIRASI. INSYAALLAH BERMANFAAT

Minggu, 27 September 2015

Cahaya dan Kegelapan



Sungguh sebuah fenomena yang tidak asing lagi kita dengar. Sebuah kata yang mungkin sering kali terbesit dalam renungan dan khayalan di kala petang menjelang. Sebuah estetika yang merona untuk sebuah bunga kehidupan.

Sebenarnya dalam gemerlap dunia telah tersimpan sejuta rahasia yang mungkin kita tidak pernah sadari. Mungkin juga tidak pernah naluri ini mengiyakan akan keabsahan dan keabadiannya dalam alam yang luar biasa. Tidaklah mengherankan bilamana begitu banyak manusia yang terseok-seok menanti sebuah jawaban dari misteri kehidupan. Benderang cahaya semu kian mengaburkan pandangan manusia, hingga kini kebanyakan dari kita tersilaukan akannya. Manusia oh manusia, sadarkah betapa rapuhnya diri ini? Tidak pernahkah kita berpikir betapa silaunya kehidupan ini. Ya.... Tidak...
Sebuah jawaban yang tidak perlu kita untuk saling menyalahkan.

Kesadaran manusia kini telah terkikis oleh derasnya alunan lembut dosa. Maka tidak ayal lagi ketika kita mencoba bangkit. Namun goncangan terus saja terjadi. Sampai pada waktu yang akan datang, dimana seseorang yang membawa dan menjunjung tinggi kebenaran ibarat menggenggam erat sebuah bara api yang menyala-nyala. Sakit.... Pedih.... Panas.... Namun inilah kenyataannya.

Kebanggaan seseorang yang tanpa sadar menghitamkelamkan jiwanya sendiri dalam kubangan kemaksiatan kian merajalela dan menggaung menghiasi dunia. Mereka seolah melihat kemenangan yang nyata, seolah melihat kejayaan dan kemegahan yang tiada tara, hendak menghampiri dirinya.

Gelapnya diri tidak dapat lagi terselamatkan dikala dirinya tidak mampu mengubah pola dasar kehidupannya. Satu hal yang harus dan wajib kita ketahui bersama adalah bahwa kegelapan bukanlah Tuhan yang menciptakan, bahkan sebenarnya kegelapan itu sendiri tidak pernah ada, tidak pernah hadir, dan tidak sekalipun turun ke bumi serta alam semesta yang luasnya tak terkira. Ibarat sebuah kejahatan yang tidak pernah ada, tidak pula pernah di ciptakan dan bahkan sebenarnya kejahatan itu sendiri tidak sekali-kali terbesit dalam serangkaian alur penciptaan alam ini. Mungkin bagi sebagian dari kalian bertanya-tanya. Apa maksud dari semua ini.

Tidak dapat kita pungkiri lagi, tidak ada lagi pengelakan dan penolakan pada diri dan hati setiap manusia bahwa sejahat dan sekejam-kejamnya manusia di muka bumi ini pasti menginginkan dan mendambakan kejayaan, kedamaian, dan mungkin keabadian. Alam berpikir manusia amatlah terbatas, bahkan bisa dikatakan terlalu sempit untuk mengupas tuntas, dan menggali seluruh rahasia di balik setiap penciptaan yang nyata maupun yang maya. Sadar atau tidak sadar, kita adalah makhluk maya, makhluk yang berada dalam sebuah kotak kecil, makhluk yang berada dalam dunia indrawi. Maka sebesar dan setinggi apapun khayalah kita tentang kebahagiaan hanya akan berbatas pada apa yang terbaik yang pernah kita lihat. Mungkin terlihat naif, namun inilah adanya.

Dalam gelapnya alam semesta tidaklah disebabkan karena terciptanya kegelapan di dalamnya. Namun kunci dari semua itu adalah, bahwa kegelapan bukan hadir karena tercipta namun karena ketiadaan cahaya. Kejahatan pun tidak pernah sekalipun hadir, melainkan karena ketidakadaannya kebaikan, bahkan yang harus kita tahu bahwa kitalah yang menciptakan dunia kegelapan ini, kitalah yang merekayasa dan mengarang cerita bodoh ini. Sadarkah kita akan hal itu? Sudah matikah cahaya hati kita? Renungkankanlah.

Selasa, 18 Agustus 2015

Motivasi Hari Ini

"Kebahagiaan itu ketika kita mampu berbagi cinta diantara sesama"

Memaknai Sebuah Kehidupan


Masalah, persepsi, dan berbagai gejolak batin yang begitu menyiksa membuat banyak orang tidak sanggup memposisikan dirinya dalam dunia yang fana ini. Tekanan, tempaan dan segala ketidakadilan yang terus mengerumini jiwa, tak ayal menjadikan orang begitu ambisius terhadap apa yang di namakan harapan, mimpi, dan cita-cita yang mungkin sangat ingin mereka capai. Entah, sudah berapa juta rakyat di negeri ini yang menanggung hal semacam itu, entah sudah seberapa lama mereka bertahan dalam situasi itu, dan entah sudah seberapa sering mereka menerima cercaan semacam itu. Refleksi kehidupan rakyat, kini telah bergeser jauh... jauh sekali dari apa yang telah di cita-citakan oleh pada pendahulu, jauh dari apa yang kita sebut dengan kesejahteraan. Dunia materialistik dan hedonisme telah menjadikan mata hati mereka tertutup oleh lendir kenistaan yang mungkin kita tak kan sanggup untuk melihat dan merasakannya.

Perjudian, pemberontakan, dan berbagai macam tindak diskriminasi beserta segala dampak negatif yang tidak mungkin lagi kita hitung satu persatu, telah menjadikian orang semakin terbiasa akan hadirnya hal itu. Mereka seolah telah menganggapnya sebagai sebuah kewajaran dan kondisi yang memang sudah begini adanya, jiwa mereka seolah bebas tanpa batas, keinginan adalah hal mutlak yang harus terpenuhi, aturan hanyalah sebagai simbol penentangan dan ketidak adilan penguasa, hukum dipandang sebagai sarana pembunuhan masal dan senjata bagi siapapun yang menentangnya, keyakinan pun tak ada pengaruhnya, tidak ada efek yang memungkinkan mereka untuk berubah, bahkan agama disamakan dengan aturan-aturan konyol yang tak bernilai lagi.

Lingkungan yang tidak terdidik, di sertai tatanan norma yang apa adanya membuat siapapun bebas untuk membuat aturannya sendiri. penentangan dan penghianatan adalah hal yang sudah ada, dan sudah menjadi sebuah kultur di dalamnya, krisis kepercayaan, dan revolusi mental yang katanya akan membawa perubahan besar pada sebagian orang justru membuat masalah kian runyam untuk terselesaikan. Para pemimpin dan penguasa yang bekerja seolah memperjuangkan rakyat, ternyata hanya ingin memperjuangkan haknya pribadi. Kepentingan demi kepentingan terus menggelayuti setiap jengkal kehidupan mereka, tak ada celah lagi bagi kebaikan untuk ikut merajut asa yang telah pupus. Masyarakat telah jengah dengan segala tumpukan masalah yang ada, masyarakat telah bosan dengan mulut ular para perauk kepentingan, dan masyarakat telah acuh tak acuh terhadap apapun yang bertentangan dengan kehendak mereka. Manufer demi manufer terus mereka lakukan demi memenuhi hasrat yang kian lama kian meninggi, ketidak puasan dan penindasan adalah hal yang sangat mereka benci, bahkan tak ada lagi rasa simpati sedikitpun untuk menuai secercah harapan demi kehidupan yang lebih baik. Harapan di mata mereka hanyalah khayalan konyol penghancur kerja-kerja haram mereka. Inilah adanya, dan inilah yang terjadi pada mereka.

TAPI...!!!

to be continue....

Senin, 17 Agustus 2015

Perspektif Moral


Moral menurut pandangan sebagian orang adalah hal yang lumrah. Namun apa sebenarnya makna dari moral itu sendiri? Banyak orang yang beranggapan bahwa moral adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sopan santun. Hal yang tidak bertentangan dengan aturan. Sesuatu yang seharusnya diikuti dan dijadikan sebagai social controler. 

Tidak ada yang salah memang, semuanya benar menurut pandangan masing-masing dan cara menyikapi makna dari kata tersebut. Sebuah kata terkadang memuat sebuah cerita di belakangnya. Begitupun dengan moral yang memang ada cerita di baliknya. Moral pada awalnya memang dianggap sama dengan etika baik secara makna bahasa, atapun makna harfiahnya pada masa kejayaan Yunani imperium awal, namun sejak era Aristoteles dengan bukunya yang berjudul Etika Nemachiea muncul, di mana dalam buku tersebut memuat beberapa hal yang berhubungan dengan batasan-batasan dalam bertingkahlaku maka di dapatlah sebuah kajian yang membedakan antara moral dan etika. Kalau di tulis secara ringkas moral adalah suatu aturan ataupun akhlak yang melandasi manusia dalam bersikap dan bertingkah laku. Sedangkan etika lebih mengarah pada studi pengkajian tentang moral dan seluk beluk yang ada di dalamnya.

Dari penjelasan singkat di atas, kiranya kita bisa menyimpulkan sendiri apa itu moral beserta konten yang ada di dalamnya. Untuk lebih jelasnya, maka kita akan belajar urgensi dari moral itu sendiri.
 Moral sebenarnya bukanlah hal yang diturunkan melalui gen ataupun bawaan lahir dari orang tuanya yang dulu. Kalaupun itu bawaan lahir, tidak mungkin akan ada seorang anak ustad yang bandel dan berbuat tidak senonoh. Kita sebut saja Almarhum Ust. Jefri Al Bukhari, dia adalah seorang ustad yang begitu mempesona karena dakwahnya, namun apakah di waktu mudanya dia juga seorang ustad? tidak, padahal kalau kita telusuri masuk akal. Coba tengok Almarhum Bapak Ismail, dia seorang yang baik, seorang alim yang pandai mengaji. Dari sini dapat kita satukan frame bahwa moral memang tercipa bukan karena gen, ataupun bawaan lahir, namun lebih tepat kita sebut dengan bawaan lingkungan dan pendidikan.

Kalau kita telisik lebih dalam lagi mengenai lingkungan akan sangat equal dengan apa yang telah tersuguhkan pada era 20-an ini. Moral sebenarnya sudah ada dalam tata kehidupan masyarakat secara umum, bahkan dalam kehidupan aal sebuah keluargapun sudah terselip nilai-nilai moral. Sudah jelas bahwa sebuah keluarga yang bahagia tidak akan mau dan tidak mengharapkan hadirnya seorang anak yang durhaka. Itu sudah jelas terinstal dalam benak seorang ibu dan ayah. Dan dari sini sudah barang tentu bahwa bagaimana cara dan membentuk lingkungan yang baik bagi si anak agar menjadi seorang yang berbaikti pada orang tuanya. Memang benar bahwa lingkungan berperan penting dalam proses perkembangan aktifitas dan perilaku, namun di balik itu semua terdapat wahana yang begitu urgen, bahkan bisa di katakan krusial dan mutlak perlu. Apakah itu? Pendidikan, ya, pendidikan adalah lengan utama yang akan memberikan suntikan awal dalam membentuk pribadi seseorang. Orang tua yang baik tidak akan pernah merelakan anaknya untuk tinggal diam dan berkecimpung di dunia jalan. Namun mereka pasti berharap agar mereka mendapat pendidikan yang baik untuk mengangkat anak itu sendiri dan keluarganya, karena pada hakikatnya, orang tua yang hidup di jalanan tidak menginginkan anak yang seperti dirinya, tidak rela untuk bersusah payah seperti yang di lakukannya. Namun mereka terus berharap dan mendidik agar anaknya menjadi seorang yang sukses dan tahu akan apa yang akan di lakukannya di masa depan.

Sebuah ironi memang ketika kita menilik sebuah kehidupan yang penuh dengan aturan, penuh dengan nuansa keilmuan, namun di dalamnya terselip beragam tindakan asusila yang melanggar hak dan moral itu sendiri. Sekolah, Lembaga pendidikan, Pelatihan Kerja, dan lain sebagainya. Gedung-gedung itulah yang sekiranya menjadi objek dari apa yang saya maksud. Sekolah memang awalnya bertujuan untuk mencerdaskan dan memberi pendidikan pada masyarakat umum, dan melahirkan The Future Golden Generation ( Generasi Emas masa depan). Ketika kita kaitkan dengan nilai moral, pastilah yang namanya pendidikan akan memeberikan icon dan item terbaik bagi pada terdidik, agar nantinya mereka dapar mewarisi moral dan berbagai batasan-batasan yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam mengarungi samudra kehidupan.

Ya, pada awalnya memang seperti itu, namun coba kita lihat perkembangan dari lembaga itu dari masa ke masa. Pada abad ke 1 Masehi, moral dan etika dalah hal yang sangat berharga dan di junjung tinggi, lambat laun dan terus berkembangnya manusia dengan kecerdasan dan Quation-nya mereka mengolah sistem tersebut menjadi sebuah ladang bisnis, lambat laun kemudian berkembang menjadi lahan pencucian otak, bergerak lagi berubah menjadi suatu perserikatan, yang meluas, yang bahkan mendunia. dan kini, setelah kesemuanya itu terjadi, tanpa ada batasan dan filter, bahkan setelah berkembangnya dunia inter-comunication semuanya sudah berubah, semuanya telah berbeda. Moral yang seharusnya menjadi dorongan utama pemantik sebuah keberhasilan dan kesuksesan kini di era 20-an telah berpaling pada ketidakjujuran dan ketidaksenonohan. Moral menjadi hal yang tabu dan sudah ketinggalan zaman. Hakikat keterikatan dan keterkaitan makhluk dengan pencipta sudah tidak tersentuh lagi.

Moral pada sebagian orang memang sangat urgen yang bahkan sangat mutlak perlu, namun di sisi lain moral pun dianggapnya sebuah hal yang lumrah dan tidak perlu mengikutinya. TItulah yang terjadi pada era ini. Memang apa yang di sebut sebagai kearifan hati sudah tidak dapat terbukukan dalam setiap jiwa yang belum tersadarkan akan pentingnya sebuah moral. Baik moral ke-Tuhanan, dan moral kesusilaan. Kenyataan sudah berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya terwujudkan. Namun apa daya, persepsi dan ideologi telah membutrakan segalanya. Segala keteraturan dan ketentuan telah termaktub di dalamnya, seorang hanya aturanlah yang menjadi orang tua bagi setiap dari kita. Paradigma dan dogma menjadi sebuah hal yang sudah biasa, yang bahkan masyarakat awam pun sudah tidak peduli lagi akan kehadirannya. Mereka sudah bosan dan lelah bertahan dalam himpitan krisis moral, mereka sudah lelah bertarung melawan tirani angkara murka.

Moral yang telah tergadaikan dalam dunia materi membuat seorang berbuat apa saja, dengan berbagai macam cara, tanpa memperdulikan mana yang baik, dan mana yang benar. Halal haram sudah terpupuk menjadi satu entah apa jadinya, mereka yang mengalami sakit, sakit yang begitu dalam karena himpitan dan desakan moral yang berujung pada kejahatan dan kemaksiatan. Allah dianggapnya tidak melihat apa yang mereka kerjakan, kerusakan dan kehancuran terus terjadi, pengikisan dan pendegradasian pun tak luput darinya.

Sudah saatnya kita bangkit menggapai moral itu kawan, sudah saatnya kita rebut kembali apa yang sudah mereka rebut, moral memang bukan segalanya, namun moral adalah apa yang akan membuat kita menjadi segala-galanya. Berawal dari moral yang didasari dengan akidah dan keyakinan pada Sang Maha Kuasa, kita dirikan lagi bangunan moral perubah masa depan, yang mampu melahirkan Golden Generation.

Oleh: Motivasi Akh Heru

Sumber: 
1. Pilar Islam Bagi Pluralism Modern
2. http://www/apapengertianahli.com/2015/05/pengertian-moral-dan-pengertian-etika-perbedaan.html

Selasa, 14 Juli 2015

Motivasi Hari Ini

"Kesenangan abadi dalam pandangan indrawi hanyalah bayang semu yang tak berujung"
Motivasi

Rabu, 08 Juli 2015

Kejumudan Seorang Master Planer

Hidup Mahasiswa....!!!

Teriakan itulah yang sekiranya sering kita dengar ketika para mahasiswa menyuarakan aspirasinya di hadapan publik. Memang itulah adanya, dan memang begitulah yang seharusnya.

Terkadang khalayak umum menganggap teriakan itu hanyalah slogan mengompor-ngompori semangat berbasis mahasiswa yang tersulut secara instan (mudah menyala, namun juga mudah padam). Tak jarang sebagian orang yang merasa terganggu akan adanya kegiatan penolakan ataupun kericuhan tersebut mencoba untuk menghancurkan barisan, entah itu dari dalam ataupun dari luar.

Begitulah sedikit gambaran mengenai kegiatan mahasiswa yang bisa di bilang pro rakyat, namun entah apa yang ada dalam pikiran rakyat kedepan mengenai mahasiswa. Apakah akan terjadi penolakan? Ataukah akan terjadi sinkronisasi dalam menggebrak kedzoliman pemerintah? Semua bergantung pada kontribusi dan sumbangsih yang mungkin bisa di berikan oleh mahasiswa untuk rakyat.

Dalam lini pergerakan seorang mahasiswa pastilah terdapat sistem kepengurusan atau struktur organisasi di dalamnya, karena bagaimanapun juga tak akan ada organisasi ataupun kegiatan mahasiswa tanpa adanya pembentukan struktur pengurus di dalamnya. Dan dalam ranah kepengurusan pastilah akan adanya perjenjangan yang tak akan mungkin bisa di tawar-tawar lagi, karena bagaimanapun juga setiap organisasi membutuhkan pion-pion penegak yang sudah teruji keampuhan dan keefektifitasannya. Sebuah pion penegak dasar yang akan di jadikan sebagai rujukan dalam menuai sebuah langkah dan tujuan haruslah lebih kokoh di banding dengan pion-pion di sekitarnya, karena dialah yang akan dijadikan tumpuan beban terpusat.

Seorang yang kemudian kita sebut dengan Master Planer adalah dia yang memproses segala input-output dan mentransformasikannya dalam bahasa pergerakan, dan di realisasikan oleh pion-pion pendukung, yang di embankan pada tiang-tiang penyangganya sebagi penggerak sekaligus pemberi kontribusi nyata dalam sebuah pergerakan. Kefasikan seorang Master Planer tidak akan pernah bisa mengantarkan siapapun pada sebuah kata yang lebih kita kenal dengan "KEBERHASISLAN". Karena pada dasarnya dia sendiripun tidak mampu untuk memanajemen dirinya sendiri. Keapatisan merupakan karang dangkal penghancur pion yang paling banyak kita jumpai pada masa ini, karena waktu telah memberikan kita banyak pelajaran dan pementasan para pemimpin kita yang terdahulu, dimana mereka yang bertuhankan nafsu akan kekal dalam kenistaan dan kemudorotan, sedang mereka yang menuhankan Allah, pastilah kejayaan sudah terpampang jelas di depan mata.

"Waktu laksana pedang. Jika engkau tidah menggunakannya, maka ia akan menebasmu"
Al Jawabul Kaafi

Dari quote di atas telah jelas bahwa seorang Master Planer yang tidak mampu memanajemen waktu, sudah pati tidak akan mampu memanajemen hidupnya. Waktu adalah pedang dan hidup merupakan hitungan mundur yang tidak akan pernah kita ketahui batasnya, ketika kita tidak mampu memanfaatkan segala keterbatasan yang ada maka sudah dapat kita lihat apa yang kemudian akan terjadi, "TERTEBAS" itulah kata yang pantas bagi mereka yang menyepelekan waktu.

Keterbatasan bukanlah alasan seseorang untuk tidak maju ke medan perang, dan berjuang menebas musuh meskipun nyawa taruhannya, saudara seiman adalah alasan mengapa seseorang dapat berjuang dengan sebegitu gigihnya demi memberikan perlindungan ataupun pembelaan, pun dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku, harus kita perjuangkan dan kita junjung tinggi. terlebih aturan dalam agama Islam yang sudah teruji keabsahannya, kebenarannya. Skeptis adalah salah satu sikap yang harus di hadapi dengan serius dan tanpa ada kompromi sedikitpun di dalamnya, karena dengan tumbuh suburnya sikap tersebut, seseorang tidak akan memiliki daya visioner seperti yang diharapkan, tidak akan mampu menganalisa kemajuan atau kemunduran di masa yang akan datang.

Perangilah kejumudan, karena di dalamnya terbesit segudang pintu kegagalan yang siap mengantarkan setiap orang yang melewatinya ke lembah kenistaan, dan mendekatkan mereka kepada kehancuran dikarenakan tebasan pedang sang waktu.

Wallahualam bissowab.

Selasa, 23 Juni 2015

Assalamualaikum

Assalamualaikum.wr.wb

Alhamdulillah,pada kesempatan yang berbahagia ini kita masih di pertemukan dalam suasana ukhuwah Islamiyah, masih dalam naungan-Nya, dan yang pasti, masih dalam segenap iman yang tak akan pernah pupus. Betapa berterimakasihnya diri ini ketika sadar betapa buruknya perilaku, namun betapa murahnya rizky yang tetap Engkau beri. Tak ayal, bahwa sudah terlalu lama kita sebagai umat muslim terjerembab dalam kubangan dosa, dalam tumpukan sampah kemaksiatan. Entah sudah seberapa lama kita tak sadarkan diri. Sungguh manusia di akhir zaman memang tak pandai bersyukur, termasuk saya sebagai penulisnya. 

Tak lupa Sholawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada baginda kita, kepada sang pelukis zaman, kepada sang pencerah, kekasih Allah, Rasulullah Muhammad SAW, yang tak henti-hentinya memberikan yang terbaik. Dialah yang telah membawa kita dari zaman kegelapan, zaman yang penuh dengan airmata penuh dosa, zaman yang penuh dengan pertumpahan darah. Kepada zaman yang terang benderang, zaman yang penuh akan nikmat dan cahaya-Nya. MasyaAllah. sungguh besar kontribusimu wahay Rasul. Semoga syafaatnya tersampaikan kepada keluarganya, sanak saudaranya, para alim ulama, para shalafussaleh, dan InsyaAllah tersampaikan pla kepada kita yang hadir di tempat ini. Aamiin

Tak banyak sebenarnya yang nanti akan saya sampaikan, namun yang pasti di bulan yang penuh rahmad ini, kita patut untuk selalu dan senantiasa bersyukur, berserah diri, menghamba dengan segenap jiwa dan raganya, menghamba dengan sebenar-benarnya ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya. 

Ikhwafillah Rahimakuwullah, pernahkah kita berfikir jauh kedepan ketika kalkulator alam itu di buka, ketika alat penghitung amal itu terlihat di depan mata, ketika alat super canggih itu terbuka? Bayangan apa yang mungkin terbesit dalam benak dan jiwa kalian? Rasa seperti apa yang mungkin terkumpul dalam angan? bayangan apa yang mungkin terceletuk dalam jiwa? terlukis dalam dada?

Wahai kawaku seiman, kita tercipta di dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah, semata hanya untuk mengabdi kepada Allah. Apakah pernah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, sesuatu yang sangat kita sayangi? sesuatu yang amat kita cintai? sesuatu yang amat kita nanti? Pernahkah? yah seperti itulah rasanya ketika kita mampu mndapatkan apa yang mungkin kita cintai dan kita sayangi. namun pernahkah kita berfikir apa yang paling Allah senangi, apa yang paling Allah cintai? Salah satunya adalah Sholat tepat waktu "Waakilisholatainnawaktiha" dan dirikanlah sholat tepat paa waktunya atau "Waakimissholata lidzikri" dan dirikanlah sholat untuk mengingatku. 

MasayaAllah.... begitu cintanya Allah kepada kita, namun kita???

Senin, 01 Juni 2015

Entrepreneurship


Entrepreneurship atau dalam bahasa Indonesia lebih kita kenal dengan kewirausahaan merupakan salah satu kemampuan atau soft skill dalam memanajemen peluang usaha yang kemudian dapat kita jadikan sebuah kesempatan emas untuk mendapatkan keuntungan berupa uang atau layanan jasa. Menurut Thomas W Zimerer "Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari". Menurut Andrew J Dubrin "Wirausaha adalah seseorang yang mendirikan dan menjaankan sebuah usaha yang inovatif".  Dari beberapa definisi para ahli di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa kewirausahaan adalah salah satu skill yang mampu menggunakan dan memanfaatkan kesempatan yang ada untuk menerapkan daya kreativitas dan imajinasi yang ada untuk memecahkan suatu permasalahan dengan tidak mengesampingkan nilai usaha-usaha yang mendatangkan income. 

Enterpreneurship pada dasarnya bukanlah bakat yang diturunkan, walaupun ada beberapa diantaranya yang menurun dari orang tuanya, tapi tahukah engakau, bahwa skill berwirausaha dapat kita pelajari, dapat kita dalami, dapat kita tekuni, bahkan dapat kita jadikan sebagai peluang bisnis. Coba kita lihat Bill Gates, seorang yang dulunya cerdas namun terlalu semangat, sehingga pada akhirnya dia sendiri mengalami kesulitan dalam sekolahnya, dan pada saat itulah dia mulai dikenalkan oleh ayahnya di dunia perkomputeran yang akhirnya kini kita lihat bagaimana kehidupannya sekarang, dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaannya yang mencapai $300 tiap detiknya, dari hasil pemikiran dan kreatifitanya dalam menciptakan dan mengembangkan microsoft. Atau kita masuk ke dalam negeri, tepatnya kita tuju ke Bob Sadino. Siapa yang tak kenal dengan beliau, seorang wirausaha sukses yang pernah depresi karena tekanan hidup yang kini telah memegang 4 perusahaan mapan dengan penghasilan yang bisa di bilang fantastis. 

Cobalah kita menilik kita sendiri, adalah keyakinan dalam diri kita untuk maju dan mandiri utamanya dalam finansial? Adakah semangat yang selalu memotivasi kita untuk bangkit dan meraih cita? Adakah konsistensi dan keistikomahan dari hati yang paling dalam untuk mewujudkan harapan? Itulah sedikit pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terbesit dalam kepala kita. Namun hanya ada satu jawaban atas semua pertanyaan yang mungkin akan menyudutkan kita, yaitu percaya pada diri sendiri, dan yakinkan bahwa kita mampu dan sanggup mengalahkan dunia.

Setiap kesempatan adalah emas bagi yang mampu melihatnya, setiap peluang adalah permata bagi yang sanggup menggapainya, dan setiap kesempitan adalah permasalahan yang mengantarkan kita pada kesuksesan, karena pada dasarnya manusia di ciptakan untuk beribadah dan berjuang di manapun kita berada. Yah, kita memang punya kesempatan itu, kita memang memiliki peluang itu, tinggal bagaimana kita mampu untuk mengekspresikan daya imajinasi kita yang tak terbatas ini. 

Dan satu hal yang patut kita pertimngkan dan kita pikirkan adalah bagaimana kita mampu membuat segala kesempitan dan keterbatasan menjadi kilatan pemicu semangat pendobak keterbatasan. Sellamat belajar, dan selamat berwirausaha.

Salam Motivasi.

Kamis, 30 April 2015

Manusia Memilih, Allah Menentukan


"Dalam kehidupan, tidak ada pilihan yang salah, yang ada adalah konsekuensi-konsekuensi dari pilihan tersebut"
Motivasi Akh Heru

Pada awalnya, jauh sebelum manusia di lahirkan di dunia ini, Allah telah menggariskan tata cara, proses, tanggungjawab, dan berbagai hal yang mendasari kita sebagai bekal untuk menjadi khalifah fil ardi  yang mana amanah besar tersebut bukan karena suatu kesalahan ataupun sebuah kenistaan, namun apa yang telah terjadi pada kita kini merupakan apa yang telah Allah gariskan dan apa yang telah Allah tentukan, dalam sebuah catatan kehidupan di lauh mahfudz. Apapun yang kita lakukan nantinya, pastilah akan menghadapi sebuah pilihan, dimana setiap pilihan tersebut telah digariskan oleh Allah beserta akibat dan konsekuensinya. Maka ketika kita berpikir bahwa apapun yang kita dapat adalah ketentuan dari Allah, kaya miskin juga telah di takdirkan oleh-Nya, bahkan hidup dan matipun telah di gariskan oleh-Nya. Pernyataan tersebut memang benar adanya, namun tak semuanya harus kita tafsirkan demikian.

Cobalah kita pahami tulisan berikut ini. Ketika kita tersesat tak tau arah dan tujuan kemudian berhenti sejenak di perempatan jalan yang sama-sama sepi, kemanakah kita akan berbelok? Dalam hati kita pasti akan terbesit sebuah bayang untuk memilih satu jalan dari tiga jalan yang lain, apakah kita akan berbalik arah, ataukah kita akan berbelok ke salah satu jalan. Nah dari sini dapat kita kaitkan dengan takdir Allah. Ketika kita berbalik atau melangkah ke arah yang lain Allah telah menentukan takdir di setiap jalannya. Allah telah menentukan dampak dan konsekuensi dari seiap jengkal yang kita ambil dari pilihan tersebut. Kemudian kita kembali kepada sisi manusia. Pertanyaan yang muncul adalah siapa yang memilih? Apakah Allah yang meilihkannya, ataukah manusia itu sendiri yang memilihnya? Dari sudut pandang manusia saja akan terdapat cabang pilihan yang lain.

Cabang pertama adalah pemikiran yang berlandaskan logika dan analisa otak, cabang kedua adalah yang bersumber dari hawa nafsu, sedangkan cabang yang ketiga adalah yang berlandaskan hati dan bersumber dari Allah SWA. Manakah dari tiga pilihan tersebut yang kemudian akan manusia ambil? Ataukah akan menggabungkan antara pilihan satu dengan pilihan yang lain? Atau bagaimana? Coba saja kita bayangkan ketika semua pilihan manusia itu telah di tentukan dan telah digariskan oleh Allah. Bagaimana ketika semua kehendak dan keinginan kita telah di atur dan di tentukan oleh Allah. Bagaimana juga ketika setiap naluri kita di tentukan oleh Allah? Kemudian ketika kita kaitkan dengan setiap mimpi-mimpi dan cita-cita yang menjadi rujukan masa depan kita, dengan berbagai planing dan konseptualisasinya, apakah Allah juga yang menentukan? Lalu ketika kejahatan menguasai relung hati kita, dan menebar virus kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat, apakah Allah juga yang telah menentukannya? Ketika kita kaitkan semua hak dan kehendak kita sebagai manusia dengan kebebasan berfikirnya, dengan begitu luasnya jangkauan imajiner dan kreatifitas kita, apakah Allah membatasi semua itu? Satu hal yang paling krusial adalah apakah kita hidup di dunia ini telah Allah tentukan masuk surga atau nerakan-Nya? Tentukan jawabanmu sendiri.

Allah adalah penentu, Allah adalah yang mendasari, namun Allah juga yang melingkupi. Obsesi manusia yang begitu besar terhadap dunia melampaui kecerdasan emosional kita sendiri, membuat banyak orang lupa akan pemaknaan sebuah khalifah melupakan arti dan tujuannya di dunia yang serba kurang dan menjerumuskan. Setiap individu mempunyai hari dengan kepekaan dan kejelian yang berbeda, bahkan dalam masalah penggunaan dan pelibatannya dalam kehidupanpun kadang tak jarang orang mengacuhkannya, padahal kita tahu sendiri bahwa inti manusia yang sebenarnya terletak pada hatinya, pada jiwanya, pada perasaannya. Sekarang ketika kita bandingkan atara manusia yang melibatkan hati di setiap lapis kehidupannya, dengan manusia yang mengesampingkan hati dari kehidupannya.

Pada manusia yang memanfaatkan hati dalam setiap jengkal dan lapis kehidupannya, mereka akan selalu dan senantiasa meletakkan perasaan dan akalnya di depan lidahnya sebelum sebuah kata, atau bahkan sebuah hurufpun keluar dari lisannya. Pada manusia bertipe ini mereka memiliki kepekaan dan kesadaran vertikal dan horizontal yang jauh lebih baik di bandingkan dengan mereka yang hanya menggunakan akal dan okolnya. Mereka akan selalu memikirkan perasaan orang lain dibandingkan perasaannya sendiri, bahkan dia yang berhati seperti ini akan merelakan dirinya untuk berkorban demi kemaslahatan orang lain. Bayangkan ketika setiap orang yang ada di dunia ini memiliki perasaan dan jiwa yang suci dengan pengendalian diri jauh melampaui nafsu setan. Alangkah damai dan permainya mayapada ini.

Namun berbeda halnya ketika kita menelisik dan membedah sosok yang mengesampingkan hati dalam setiap inci kehidupannya. mereka akan menjadikan akal dan ilmu pengetahuan sebagai Tuhan atas kebenaran yang mereka anut. Kebaikan dan kedamaian yang mereka miliki hanya sebatas apa yang merekka bayangkan, dan mereka iamjinasikan. Apapun yang menurut mereka benar adalah apa yang bisa mereka buktikan dengan akal dan ilmu pengetahuan. Mereka yang bahkan tidak berhati, tidak segan-segan dalam membunuh dan merampas hak-hak manusia sebanyak dan sekejam apapun demi kemerdekaan dan kejayaan diri mereka sendiri. Kepekaan dan kejelian mereka terhadap yang lain bahkan tidak ada. kepentingan tertinggi adalah kejayaan diri mereka sendiri, lidah mereka sudah kelu dari kebaikan, pikiran mereka telah berakar kemunafikan, dan jiwa mereka telah ternodai oleh kefasikan. Astag'firullah. semoga kita tidak termasuk manusia yang seperti ini.

Semua takdir ada di tangan Allah, bahkan setiap bagian terkecil dari atom dan sel yang berdetak, berotasi dan berdentum memuja dan memuji menyebut asma-Mu, tidak akan pernah luput dari pengawasan dan perhitungan-Nya. Setiap yang ada di dunia berseru dan beribadah hanya untuk-Nya, berputar dan bergetar di hadapannya, tersungkur dan tertunduk di di pangkuan-Nya. Betapa besarnya kuasa-Mu atas segala sesuatu. Setiap kebenaran dan kebaikan hanyalah milik-Mu, maka apapun yang ada pada setiap jiwa adalah apa yang telah Engkau gariskan, sebagai akibat dari apa yang telah mereka pilih. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Aamiin.

Selasa, 28 April 2015

Lakukan Perubahan dengan Regenerasi Politik



SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada saat ini banyak sekali generasi muda Indonesia yang bagus dan berkualitas namun masih takut untuk terjun atau muncul dalam dunia politik. Salah satu faktornya, generasi muda saat ini mempunyai anggapan bahwa politik itu kotor, kejam, korupsi dan amburadul.

Pandangan negatif inilah yang ingin ditepis dan diluruskan oleh Joice Triatman dalam kegiatan Diskusi Publik ''Anak Muda Berpolitik, Siapa Takut?'' di Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata Semarang, Rabu (25/9).

Sebagai salah satu pembicara, calon legislatif 2014 dari Partai Nasional Demokrat ini mengatakan bahwa adanya kalimat ''politik kotor'' bukan disebabkan karena politiknya yang kotor melainkan pelaku politik (oknum) yang berbuat kotor.

''Saya ingin memberikan dorongan kepada anak muda yang bagus dan berkualitas untuk berani tampil berpolitik mewakili generasi muda dan bersaing dengan yang sudah duluan. Yang kotor itu bukan politiknya tetapi hanya oknum tertentu yang kemudian dibesarkan oleh media,'' kata wanita cantik asal Semarang yang sebelumnya merupakan 1st Runner Up Miss Indonesia 2005.

Mengutip hasil survei yang dilakukan oleh Plan Politika mengenai tingkat kepercayaan anak muda terhadap pemerintahan, lanjutnya, 29,31% dari 429 anak muda usia 14-29 tahun memberikan nilai 6 (skala 10) dan 21,72% dari mereka memberikan nilai 5 (skala 10).

Hasil tersebut menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran dan tingkat partisipasi pemuda pada dunia politik disumbangkan oleh kaum muda. Padahal kesadaran dan partisipasi pemuda dalam politik sangat penting dalam rangka melanjutkan pembangunan bangsa yang lebih baik.

''Modal anak muda dalam berpolitik adalah mereka lebih berani dan pemikirannya tidak bertele-tele atau to the point. Namun yang masih perlu diwaspadai adalah sikap emosionalnya dan belum dewasa. Karena itu mereka harus banyak belajar dalam arti lebih dewasa terutama dalam pengambilan keputusan. Sementara yang lebih senior untuk tidak pelit dalam memberikan informasi atau share kepada yang lebih muda supaya (kehidupan berpolitik) negara lebih hidup dan dinamis (regenerasi politik),'' kata Joice dalam diskusi yang dimoderatori Kaprogdi Komunikasi B Natalia Sari Pujiastuti.

Dalam diskusi publik yang digelar oleh Fakultas Hukum dan Komunikasi Progdi Ilmu Komunikasi, Hendrar Prihadi selaku Plt Wali Kota Semarang sekaligus Ketua Partai PDIP Kota Semarang menambahkan bahwa saat ini generasi muda selalu dininabobokan oleh generasi sebelumnya.

''Anak muda adalah calon pemimpin bangsa. Untuk menjadi pemimpin tidak berdasarkan umur tetapi pada kemauan, kemampuan dan kesempatan. Niat tersebut harus ditanamkan pada diri sendiri untuk tambahan semangat,'' kata Hendi, sapaan Hendrar Prihadi.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2013/09/26/173436/Lakukan-Perubahan-dengan-Regenerasi-Politik diunduh tanggal 26 September pukul 11.45 WIB.

Kamis, 09 April 2015

Motivasi Hari Ini

"Segala hal yang berawal dari ketidakyakinan akan berakhir dengan keputus asaan"
Motivasi Akh Heru

Selasa, 07 April 2015

Hati dan Cinta



Sub'hanAllah....
Begitu melimpahnya rahmat yang kini telah Allah hadirkan dalam setiap jengkal kehidupan kita, begitu sejuknya aroma keimanan yang membelai hati nan jiwa kita, dan begitu damainya naungan taqwa yang bersinergi dengan irama surga nan mendayu merdu.

Allah telah menciptakan hati setiap insan dalam keadaan suci, bersih, dan indah. Allah juga telah menganugrahinya dengan kilau cahaya kebaikan yang merasuk dan meresap kuat dalam setiap detaknya. Tak kan ada yang mempu menghindar dari kebenaran hakiki, yang telah Allah sifatkan pada hati manusia. Hati adalah pusat dan sumber dari kebenaran, Hati jugalah yang memberikan sejuta kenangan manis yang tak kan pernah tergantikan dengan apapun juga, 

Berbagai keindahan dan kelembutan dapat terpancar jelas dari cermin diri, yang semakin lama kian menampakkan kilauannya ketika iman dan taqwa terukir jelas dalam setiap liku kehidupan. Perasaan adalah salah satu hal yang kini banyak membuat manusia lupa akan tujuan awalnya, perasaan pun mamapu mengubah haluan kehidupan kita.

Cinta, itulah kata yang serinkali terucap dari lisan seseorang ketika tengah mengalami suatu hal yang menakjubkan, sesuatu yang membuat hati berbunga-bunga, dan membuat jantung berdegup cepat. Cinta adalah satu-satunya hal yang mampu merubah paradigma seseorang, sesuatu yang mampu mempengaruhi pemikiran seseorang, yang bahkan mampu memalingkan dunia kita.

Cinta pun mampu meluluhlantakan kerasnya hati, menghancurkan kerasnya jiwa, dan meledakkan kakunya logika. Dialah yang mampu membuka pintu kesadaran kita, yang bahkan mampu mengumpulkan hidayah penuh rahmad dari-Nya. 
Wallahualanm bissowab....

Motivasi Akh Heru

Senin, 06 April 2015

Motivasi Hari Ini

"Kegelisahan hati yang memalaskan adalah awal dari terkikisnya iman, dan sebagai gerbang masuknya kuda perang setan kedalam hati manusia"
Motivasi Akh Heru

Minggu, 05 April 2015

Motivasi Hari Ini

"Sebuah perjuangan bukanlah sekedar penyelesaian sebuah tanggung jawab atas dasar tuntutan, namun perjuangan merupakan sebuah kesadaran yang tumbuh dari hati, dengan balutan kebenaran dan keyakinan hakiki untuk sebuah penuntasan amanah"

Motivasi Akh Heru

Senin, 30 Maret 2015

Motivasi Hari Ini

"Kesuksesan yang bertalatar belakang ambisi keduniaan, akan berujung pada keterbatasan dan penyesalan"
Motivasi Akh Heru

Motivasi Hari Ini

"Bahagianya seseorang yang muncul karena nafsu, dapat di pastikan betapa maya dan semunya nikmat yang sedang mendekapnya"
Motivasi Akh Heru

Nurul Qolbi (Cahaya Hati)



Hikmah terbaik adalah ilmu pengetahuan, 
namun petunjuk terbaik adalah hidayah dari-Nya
Motivasi Akh Heru

Senang, bahagia, salah tingkah, bingung, gundah, marah, serta berbagai gelora ekspresi jiwa lainnya seolah dianggapnya hanya angin lalu yang hanya sebentar datang, sebentar pergi, tanpa ada bekas ataupun torehan hikmah. Perasaan manusia pada dasarnya sangat peka dan sensitif terhadap berbagai gejolak alam, mereka seolah mempunyai pemikiran sendiri diluar kehendak otak yang kemudian mempunyai daya hasut yang sangat tinggi, Kemampuannya dalam menelisik berbagai aura keduniaan sangat dominan, kemunculannya sangatlah dinanti, namun kepergiaannya sangatlah di hindari. Begitulah hati, yang mana tanpa adanya sesuatu itu, kita manusia bukan lagi disebut manusia mana kala hati telah hilang jauh entah kemana, kita bukan lagi sang khalifah di bumi melainkan sebatas mayat hidup.

Kesadaran, logika, pemikiran, analisa, dan berbagai teknik dalam berpikir menjadi sorotan utama bagi manusia. Ilmu dunia sangatlah tinggi harganya, ilmu pengetahuan akan kefanaan pun menjadi patokan utama sebagai penentuan tingkat keberhasilan seseorang. Nafsu yang semakin lama semakin membakar, kian membuat rasa haus akan mayapada ini semakin menjadi, kepuasan dan kemulian adalah prospek terbesar yang menjadi infestasi pokok bagi para hambanya. Keilmiahan dan keautentikan sebuah dasar hukum suatu perkara menjadi sarana penghancur sejarah, hukum-hukum yang menjerumuskan kedalam lembah kenistaan dan kehinaanpun kian melebar dan menganga seolah siap menelan siapapun yang melekatkan diri pada kemaksiatan. Kekosongan batin nan kegelapan jiwa kian merajalela dan menggrogoti sisa-sisa kehidupan batiniah. pedang-pedang, dan tombak-tombak syeitan terus-menerus menghujam dada, hingga penuh akan luka sayatan dan cabikan. Kuda-kuda perang syetan terus menerus berlari mengitari dinding jiwa, seolah hendak merampas habis serpihan keping hati.

Astagfirullah.... Sungguh iron memang, ketika Islam yang dulunya kokoh, kuat, tangguh, dan ahli dalam berbagai hal baik jasmani maupun ruhani, kini terpuruk dan terkontaminasi oleh berbagai bahan radiasi yang ditimbulkan sang pengikut Dajjal. Mereka yang benci terhadap makna kebaikan dan kebenaran yang hakiki, kian dendam dan marah mana kala kebaikan tersebut nampak betul dihadapan mereka, sungguh sebuah pemandangan yang mengerikan. Hati mereka bertentengkan paham kejahiliahan, logika mereka berdasar kepada kemaksiatan, sedangkan tindakan mereka berdasar pada kehendak syeitan. Inilah kiranya sedikit ukiran singkat mengenai hancurnya artefak moral dan pahatan prinsip Islam dalam setiap relung hati para penganutnya.

Allah SWT Tuhan semesta alam, sangatlah cinta kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa, Allah pun sangat rido terhadap seorang pemuda yang menghabiskan beberapa waktu walau hanya sebentar untuk pergi ke masjid dan bersembahyang mengingat-Nya. Dia menganugerahi kita otak dengan segala daya analisanya, hati beserta reflektor kebenarannya, sebagi bekal awal dan pegangan utama untuk mengarungi derasnya arus konspirasi dunia. Pada dasarnya, setiap hati yang berprinsip dan berpegang teguh terhadap Allah pasti akan selalu dan senantiasa berkorban dan berkontribusi aktif dalam menuntaskan serta menyelesaikan misi mereka di dunia yang fana ini. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan kata-kata berbau kebaikan berselimut kebenaran. Seorang muslim adalah yang selalu meletakkan hati dan pikirannya tepat di depan lidahnya sebelum akhirnya lidah yang berucap.

Cahaya (Nur) yang telah Allah limpahkan pada setiap hati-hamba-Nya benar-benar akan mengubah persepsi dan paradigma kita sebagai khalif di dunia ini. Cahaya menurut salah satu cabang ilmu pengetahuan khususnya ilmu fisika pada hakikatnya merupakan sebuah bentuk energi berupa gelombang elektromagnetik yang terpancar. Namun pada pengertian yang lain cahaya yang kita bahas kali ini tidak berwujud dan cenderung mengarah kepada hal-hal yang bersifat gaib yang berkaitan erat dengan hati atau qolbu. Seorang yang pad mulanya hidup dan lahir dalam lingkaran kejahiliahan bukan tidak mungkin akan hijrah menuju jalan kebenaran dan keridoan, dan ketika kita berbicara sesuatu yang mempengaruhinya, kebanyakan orang akan menjawab sebuah hidayah dari Yang Maha Esa. Ya itulah faktanya, karena taman hati yang tersirami dengan air doa dan pupuk ibadah, akan tumbuh subur merekah dan menebar bau semerbak iman dan taqwa. pancarannya memang tak terlihat, namun dampaknya begitu dahsyat, getaran dan ledakan yang mengguncang dada membuat seseorang haru pilu, jatuh tunduk kepada Sang Pencipta, lelehan air mata yang mengalir deras membasahi pipi menjadi bukti otentik atas tumbuh dan mekarnya bunga ke-Islaman dalam taman hatinya. itulah secuil untaian syair indah yang melukiskan betapa tersungkurnya seseorang ketika mendapati hatinya tersiram oleh cahaya Ilahiya.

Teman, hidayah merupakan ketentuan mutlak dari Allah Sang Pencipta alam dunia yang indah ini. Jangan pernah sekalipun untuk merasa bahwa apa yang kita dapati adalah suatu ketidakadilan, sebuah kedustaan, dan secercah kehinaan yang menimpa diri. Ingatlah wahai hamba Allah, kita bukanlah penduduk dunia, bukan pula penguasanya, kita hanyalah seorang hamba yang diciptakan untuk mengolah dan memanfaatkannya saja, kita bukan diciptakan untuk merusak, apa lagi menghancurkan, tapi kita adalah khalifak fil ardi, kita adalah penduduk langit, dan kita adalah penghuni surga yang kemudian akan Allah kembalikan. Hidupkanlah hati dan luangkanlah sedikit ruang untuk menyimpan kenangan Allah yang kelah akan di hadirkan-Nya, di bimbing-Nya, dan di cerahkan-Nya.

Semoga kita termasuk hamba-hambanya yang selalu istiqomah di jalan-Nya, selalu berada dalam lindungan-Nya dan selalu dalam titian menuju pada tempat kembali dalam keabadian. Semoga......

Hidupnya hati seorang muslim bergantung pada amal perbuatannya,
namun kemilaunya hati sorang muslim bergantung pada iman taqwanya
Motivasi Akh Heru

Minggu, 22 Februari 2015

Hilangnya Sang Mutiara Hati



Pembunuhan, perampasan, perampokan, penghasutan serta berbagai tindak kriminal lainnya yang semakin lama semakin mencuat dan kerap kali timbul ke permukaan dalam layar kaca berita nasional, membuat khalayak umum merasa terbiasa akan tontonan sadis nan berbau kekerasan. Bukannya bermaksud untuk menunjukan kebobrokan yang terjadi di negara ini, namun inilah kenyataan yang ada. Kesalahan dalam berbagai tindakan dan perilaku yang beraroma negatif sangatlah berdampak buruk bagi kehidupan. Dalam hal ini adalah mengenai perkembangan psikologis dan mental anak yang mungkin ada sebagian yang menonton atau bahkan merasakan langsung hal semacam itu. Entah mau sampai kapan Indonesia akan mengalami penyakit yang satu ini. Sebuah fakta yang sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada, bagaimana tidak, berbagi kekayaan alam dengan bentangan yang luas, wilayah teritori yang begitu memadahi, dengan disertai letak geografis yang sangat strategis, ditambah lagi dengan masih bercokolnya para ulama dan kyai, namun anehnya Indonesia masih saja mengalami berbagai problematika yang bisa kita sebut sebagai penyakit turun temurun.

Kemunduran demi kemunduran akan semakin menggrogoti sendi-sendi perdamaian jika kita tidak segera memutus urat-urat yang terinfeksi oleh paham-paham dunia barat seperti sekularis dan liberalis. Strategi yang mereka gunakan sangatlah sistematis dan terstruktur, mereka dengan tatanan yang rapi menyusup ke dalam setiap jengkal kehidupan untuk melemahkan kebenaran dan mencabut nilai-nilai keagamaan dari akarnya, bergerak perlahan namun pasti, beradaptasi maksimal dan memporak porandakan. Itulah sedikit gambaran yang akan terjadi bila nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan terluput dari benak dan hati kita.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar didunia saat ini menjadi sorotan utama bagi proyek besar yang dilakukan oleh dunia barat. Sebagai laboratorium penelitian, kini penduduknya bagaikan kumpulan buih yang terombang-ambing di tengah lautan, dimana mereka mulai di hasut dandicekoki oleh pemikiran-pemikiran sekularis yang kita tahu sendiri bahwa mereka berprospek pada keduniaan yang memabukan dan menjerumuskan. Umat muslim Indonesia kini telah banyak yang beralih ke arah liberalis dan berpaling dari tujuan utamanya. Pengetahuan akan ajaran Islam yang masih standar membuat mereka sangat labil dan mudah terbius oleh aroma keduniawian yang di ciptakan oleh pengikut aliran liberal, kaum muslim seolah dibuat sadar bahwa dirinya seorang muslim namun dibalik itu semua, mereka membuat background penutup sebagai wadah untuk memasukan ajaran mereka. Satu hal lagi yang sangat miris adalah ketika kaum muslim meneriakan ucapan tauhid dalam rangka untuk memprotes pemerintahan dengan cara yang anarki, membakar ban, merobohkan pagar, dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan aturan yang ada, seolah-seolah slogan ke-tauhidan adalah perusakan dan pelampiasan. Sungguh inilah gambaran yang kini tengah melanda umat muslim khususnya di Indonesia.

Islam telah hadir dengan membawa cahaya penerang kehidupan sejak manusia pertama kali menginjakan kaki di tanah bumi ini. Dengan ajarannya yang menenangkan hati, dan menggugah jiwa, membuat siapapun yang mempelajarnya dan memperoleh hikmah serta rahmad dari-Nya, tak akan pernah mau berlepas diri dan berpaling dari-Nya. Islam juga telah menorehkan lembaran terbaiknya untuk manusia, karen Islam adalah agama yang tinggi dan tak ada yang menyamai ketinggiannya, “Al Islamu ya’lu wala yu’la ‘alaih”. Allah-lah yang memberikan agama ini untuk manusia, ya untuk manusia. Dimana ketika seorang manusia telah terkait hatinya, dan terpatri jiwanya kepada Islam, maka disanalah letak keberadaan manusia yang hakiki. Karena pada hakikatnya manusia diciptakan dengan hati yang penuh akan nuansa kebenaran dan kebaikan. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akan kehadiran hati dan perasaan di dalamnya, karena apapun yang diperbuatnya sebagai amal kebajikan namun tanpa disertai hati didalamnya tetaplah amal itu tidak akan berpengaruh pada dirinya. Hati adalah salah satu sebab manusia di bedakan dari makhluk ciptaan-Nya yang lain, karena hati adalah reseptor cahaya iahi. Hati bagaikan sebuah mutiara kehidupan, sebuah cahaya kemenangan, yang menerangi diri dan orang di sekitarnya. Maka hidupkanlah hati dan jiwa seorang Ikhwanul Muslimin, yang terus bergerak menggapai rido-Nya, dan terus mencari hikmah di setiap lembar kehidupan.

“hidupnya hati adalah hidupnya muslim sejati”


Motivasi Akh Heru

Sabtu, 14 Februari 2015

Niatkan dengan Hati

Setiap insan telah dianugerahi Allah dengan hati yang bersih nan suci, setiap insan pun telah ditakdirkan memilih antara hati dan nafsu, oleh karenanya, pergunakanlah logika dan sempurnakan keputusanmu dengan bantuan hati, karena bagamanapun juga hati tidak akan pernah bisa kita bohongi, dan seperti apapun perasaan yang kita sembunyikan, kita simpan, dan kita coba lupakan, pastilah jiwa tidak akan mudah luluh dengan logika, melainkan hati yang berbicara, maka berikan hati kita hadiah terindah yang bisa kita berikan, sebagaimana Allah telah membarikan kita rahmat terindah sepanjang masa. 

Motivasi Akh Heru

Motivasi Hari Ini

"Hikmah atau ilmu pengetahuan adalah barang milik seorang mu'min yang hilang"
Motivasi Akh Heru

Rabu, 04 Februari 2015

Islam tapi bukan Muslim


"Sebuah agama yang sempurna adalah yang membawa keadilan dan ketenangan bagi pemeluknya"
Motivasi Akh Heru

Islam, sebuah agama yang membawa manusia dari dunia kegelapan menuju generang cerahnya cahaya kehidupan. Sebuah keyakinan hakiki yang tiada duanya di dunia ini. Sebuah perjanjian suci dan sumpah setia akan Allah sebagai Tuhan sekaligus pelindung kita. Allah adalah satu-satunya, sebaik-baiknya, sesempurna-sempurnyanya sembahan manusia yang abadi, karena Dialah yang menciptakan kita, Dialah yang mematikan kita, dan Dia pulalah penguasa hati pikiran kita.

Islam hadir bukan karena adanya sebuah tuntutan ataupun keterpaksaan, namun Islam hadir karena sudah digariskan dalam untaian pita zaman, sebagai pembatas dan penuntun kita kepada jalan yang haq dan lurus. Islam pun hadir pula karena sebuah kebenaran yang sebenarnya telah dibuktikan pada awal penciptaan manusia dan bukti itupun telah ada pada awal mula turunnya ayah handa kita seluruh umat manusia Nabi Adam as. Nabi Adam as pun telah mengakui bahwa dalam dirinya ada seorang pembawa pesan besar, pengubah nasib seluruh bumi, dan penerang alam semesta, yaitu Rasulullah SAW. Dia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Namun sebagian dari manusia mendustakannya.

Setiap manusia diciptakan dari bahan yang begitu menjijikan dan sangat hina. Nutfah, begitulah orang menyebutnya, namun dibalik kehinaannya Allah hadirkan sebagian darinya untuk mendampingi makhluk ciptaannya itu dengan meniupkan ruh dan hati yang merupakan bahan suci lagi bersih. Allah adalah raja diraja, dewanya para dewa, dan sesembahan yang paling tinggi lagi berkuasa atas segala-galanya tanpa terkecuali. Dan di balik ke-Mahakuasaannya itu Allah juga menghadirkan nafsu dan syetan sebagai musush yang nyata bagi manusia, bagaimana mungkin manusia dapat lolos dari dua musuh besar yang senantiasa ada dan mendampingi kita sebagai manusia hingga hari akhir nanti? Iman dan Islam, itulah jawaban atas segala kegelisahan ini, tanpa kedua hal tersebut, manusia tak akan mungkin mampu mengalahkan kedua musush besar itu.

"Muslim sejati bukanlah yang selalu mementingkan akhirat dan meninggalkan dunia, namun muslim sejati adalah yang mampu menyeimbangkan antara keduanya"

Motivasi Akh Heru

Muslim, seseorang yang senantiasa dan selalu taat kepada perintahnya, keistiqomahan dan kerendahan hari hanya kita tujukan pada-Nya, segala amal dan kebaikan yang kita buat hanya kita persembahkan untuk-Nya, setiap kegelisahan dan kelemahan hati hanya kita curahkan kepada-Nya. Adakah seseorang yang mempu dan mau menangani itu semua selain dari pada-Nya? Tentu tidak ada, Karena seorang muslim bergerak atas dasar kepahaman, dan islam adalah agama yang mengajarkan kepahaman dan keilmiahan, karena bukanlah agama jika tidak masuk akal, walaupun memag ada hal-hal yang tidak mampu kita terjemahkan dengan logika selain kepahaman yang Rasulullah berikan, dan memang hanyalah Allah sang pemilik segala pengetahuan yang ada di langit, bumi, dan seisinya.

Teman, satu hal yang hingga saat ini selalu aku pikirkan adalah mengapa mereka yang mengaku dan menganggap diri mereka islam tidak jua segera melaksanakan perintah dan segera pula meninggalkan larangan-Nya? Apakah itu yang disebut beriman? Sangat ironi memang, dimana Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar didunia tidak mampu menjalankan syariat Islam sendiri secara kaffah dan Shikah. Mereka seolah hanya menganggap agama hanya sebagai hiasan dan pajangan untuk memantaskan diri bahwa dirinya termasuk muslim, mereka hanya menganalogikan agama sebagai rangkaian kata yang diucapkan melalui lisan tanpa ada perlakuan lebih untuk menjalankan syariatnya. Apakah seperti ini muslim modern? Ataukah ini Islam yang baru? Astagfirullah, ini bukanlah Islam yang modern atau bahkan Islam yang baru, namun ini adalah kemunafikan yang sangat jelas dan tampak nyata, hingga kini malah menjadi sebuah tatanan kehidupan salah namun merajalela.

Dunia yang semakin lama semakin labil ini membuat kaum muslim semakin kualahan dan mencerai-beraikan umatnya. Setiap jengkal kehidupan yang terdeskripsikan dalam sebuah tindakan telah terkontaminasi oleh budaya jahiliah, setiap unsur kebaikan dan kesucian yang menjadi budaya Islam lambat laun semakin terkikis dan tergrogoti oleh manisnya toksin budaya orang kafir. Dimana ideologi sang Muslim? Dimana kejayaan dan kebesaran Islam? Coba kita renungkan hal ini, dengan berbagai paham dan pikiran yang kini semakin tidak karuan, apakah kita rela Islam rapuh dan terobang-ambing dalam derasnya arus konspirasi dunia? Apakah kita sebagai umat Islam rela jika dunia ini merampas keberan yang hakiki? Tentu saja tidak. Kita Sebagai umat Muslim sudah seharusnya menjadi Al-Furqan atas yang haq dan yang batil, kita juga harus mengkaliberasi ulang senjata kita (Syahadad 'ain) dengan sebaik-baiknya.

Mungkinkah ini yang telah Allah gariskan? Ataukah ini memang hukum alam? Wallahhu alam bissowab. Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang istiqomah dan calon penghuni surga-Nya kelak. Aamiin.

By: Admin

Sabtu, 31 Januari 2015

Motivasi Hari Ini


"Sempurnakanlah ibadahmu, maka Allah akan menyempurnakanmu"

Motivasi Akh Heru

Senin, 26 Januari 2015

Politik yang Memanusiakan Manusia




"Politik bukanlah yang meninggikan seseorang diatas yang lain, namun politik adalah yang menyamakan antara orang satu dengan yang lain"
Motivasi Akh Heru

Indonesia.....
Sebuah Negara dengan berbagai sumber dayanya yang begitu melimpah, sebuah Negara yang begitu kaya akan budaya dan bahasa. Sungguh sebuah peluang yang begitu mengiurkan bagi siapapun yang mengetahui akan besarnya potensi dan kesempatan bagi Indonesia tercinta ini untuk maju dan menjadi salah satu dari sekian banyak Negara adi kuasa. Allah telah menganugrahkan kesempatan emas dengan berbagai kemilau kemenangan bagi Indonesia, Allah juga telah menempatkan Indonesia dalam kondisi dan situasi nan begitu nyaman dengan iklim tropis yang membuat penghuninya merasa begitu damai dan begitu sejahtera, bahkan Allah pun telah menggariskan bahwa Indonesia juga berada dalam koorninat letak yang sangat strategis, yang terletak di antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia di himpit oleh dua samudra besar Hindia dan Pasifik, berada pada persilangan antara garis lintang dan garis bujur dunia. Dan jika kita perhitungkan kekayaan yang dimiliki Negara tercinta ini, sungguh luar biasa, Indonesia merupakan pemilik cadangan batu bara terbesar ke-6 di dunia, dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton, produksi emas hingga 141.019 ton, biji bauksit dengan produksi mencapai 1.262.710 ton, dan masih banyak lagi. ( Sub'hanAllah, betapa kayanya Negara Indonesia tercinta kita ini. 

Namun satu pertanyaan besar bagi kita, Mengapa Indonesia belum juga maju dan mandiri hingga saat ini? Bagaimana mungkin Negara dengan berjuta karuniah yang dikandungnya masih menjadi Negara yang berkembang? Sekiranya dua pertanyaan itulah yang akan terbesit dalam pikiran kita ini. Nah pada kesempatan kali ini saya akan meninjaunya dari segi politik, karena politik merupakan salah satu ikon terpenting dari terbentuknya sebuah negara dengan berbagai fasilitas serta sarana prasaransnya. 

Politik, Sebuah kata yang sangat familiar bagi kita kaum muda dan kaum intelektual, politik bisa dikatakan sebagai alat, bisa juga dikatakan sebagai sistem, namun pada dasarnya politik memiliki banyak arti sempit, tergantung bagaimana cara pendang seseorang dalam menangkap dan mengartikan politik itu sendiri. Namun dewasa ini, politik cenderung disangkut pautkan dengan korupsi, kebobrokan moral, kejam, kotor, dan lain sebagainya. Teman, sebenarnya politik tidaklah sekotor dan seburuk apa yang dibayangkan, karena apa yang ada di atas adalah dampak dari pelakunya, bukan sistem politiknya. Coba pikirkan kembali ketika politik di zaman Rasulullah. Apakah terjadi sebuah kesenjangan dan kehancuran moral sosial? Atau terjadi kekacauan sistem dan lain sebagainya? Tentu saja tidak bukan. Nah justru pada kesempatan kali ini, kitalah yang harus memperbarui dan mereboisasi golongan tua yang sudah borok moralnya. 

Allah melahirkan manusia dengan keadaan suci dan bersih, Allah juga menciptakan manusia dengan hati sebagai penyaringnya dan akal sebagai pembedanya, maka jadikanlah politik yang mensejahterakan manusia, bukan yang menghancurkan umat manusia. Politik adalah sebuah sarana yang di gunakan manusia untuk mendamaikan sesama dan mengikat perbedaan, politik juga sebagai sarana untuk menyatukan berbagi negara dengan perbedaanya, mak dari itu gunakanlah kemampuan dan sistem politik tersebut sebaik mungkin, dimana politik adalah pemersatu umat, yang memanusiakan manusia, inilah politik yang sesungguhnya, dan inilah politik yang Islami.

By: Admin

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:

"Ketika syahwat yang berkuasa, hancurlah jiwa manusia"
Motivasi Akh Heru

Globalisasi dan Konspirasinya


Pada zaman globalisasi seperti sekarang ini, dengan berbagai pernak-pernik dan wahananya yang semakin menarik membuat siapapun yang berkuasa akan semakin berkuasa, dan sebaliknya bagi yang masih di bawah akan semakin terinjak-injak. Sebenarnya apa makna dari globalisasi sendiri? Menurut Thomas L. Friedman Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah menyatukan dunia. sedangkan menurut Achmad Suparman Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah. Nah dari sini kita bisa melihat bahwa globalisasi adalah penduniaan tanpa ada batasan waktu dan wilayah, semuanya akan terangkum dalam suatu sistem yang diatur dan dikendalikan entah itu oleh perorangan atau oleh forum. Tidak dapat dipungkiri memang, dari awal ketika sistem ini berdiri sudah menimbulkan berbagai kontroversi dan kemaslahatan di sebagian negara. Memang ketika pengglobalan ini terjadi, banyak negara-negara berkembang yang belum siap menerima atau bahkan mengaplikasikannya dalam sistem kenegaraan. Lalu bagaimana dengan konspirasi? Teori konspirasi adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. (Wikipedia)

Kita bisa saja menganggap bahwa globalisasi memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Kita ambil satu contoh yang sudah sangat familiar bagi kita, perdagangan internasional, disana terjadi berbagai prosesi jual beli dengan ranah dunia, dengan cakupan wilayah tanpa batas. Seluruh dunia bisa dikatakan tidak luput dari arus perdagangan yang terus menyebar dan semakin membesar, setiap negara yang telah bergabung dan menyelami dunia perdagangan pasti akan merasakan beraneka ragam produk yang bercampur aduk, mulai dari bahan makanan, perabotan rumah, jasa, persenjataan, dan masih banyak lagi. Dalam perkembangannya sudah dapat dipastikan bahwa negara yang mempunyai hubungan dekat, bahkan mungkin melakoni sebuah kerjasama akan lebih mendominasi dalam hal jual beli, setiap negara juga mempunyai spesifikasi yang berbeda dalam hal produk, dan pada kasus ini, setiap negara bisa dikatakan mencicipi setiap produk yang mereka butuhkan guna menunjang kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Setelah membicarakan salah satu contoh dampak positif dari globalisasi, maka coba kita menilik dampak negatif serta kerugian yang dihasilkannya. Secara umum memang globalisasi memberikan jangkauan pengetahuan dan hubungan antar  manusia tanpa batas. Namun dengan kebebasan yang sudah tak terbendung itu, jusru akan mebuat peluang bagi orang-orang tidak bertanggung jawab untuk menjadi lebih leluasa dalam menjalin persekutuan dan persekongkolan. Mereka yang mempunyai niatan merusak dan menghancurkan dapat dengan mudah mengidentifikasi hanya dengan jaringan global ini. Selain itu komunikasi dan tatap muka yang seharusnya seseorang harus bertemu dengan orang lain dalam suatu forum, kini sudah tergantikan dengan berbagai gadged yang semakin lama semakin canggih saja. kemudahan demi kemajuan teknologi menjadikan seseorang dapat dengan mudah menanamkan berbagai paham dan teori-teori konspiratif yang tanpa disadari oleh sebagian besar masyarakat dunia, hingga paham itu menjadi dasar suatu penelitian atau bahkan menjadi gaya hidup.

Sungguh ironi memang, setiap kejadian demi kejadian terjadi simpang siur, namun masih saja ada hal-hal yang bersifat rahasia yang bahkan atar negara satu dengan negara yang lain saling memata-matai. Salah satu negara adi daya Amerika Serikat yang ketika beberapa waktu lalu menyita uranium milik Pakistan, apakah yang sebenarnya terjadi pada zaman yang semakin labil ini, mengapa negara adi daya seperti Amerika menyita uranium itu? Apakah karena alasan keamanan, atau memang negara itu takut akan nuklir? Itulah salah satu bentuk konspirasi yang terjadi. Alangkah kasihannya rakyat-rakyat yang tidak bersalah ketika dihadapkan pada konspirasi ini, mereka seolah acuh tak acuh terhadap rakyat dari negara lain. Dan yang lebih hebat lagi adalah munculkanya teori konspirasi dunia "The New Word Order". Sebuah konspirasi terbesar yang akan memusnahkan sistem politik dunia secara perlahan namun pasti, tidak diketahui secara pasti siapa pencetus teori ini, namun dalam perkembangannya, bahwa kedudukan penguasa pada sistem ini adalah pemimpin dunia, dalam artian bahwa kekuasaan dunia akan ada dalam satu kendali.

Berbagai konspirasi dunia, masih terselip dan tertutupi oleh berbagai manuver politik dan ekonomi dunia, hal ini terjadi karena ambisi dan keinginan untuk membuat tatanan dunia yang baru menurut paham mereka. Mereka hanya mengenal satu jenis kebaikan, dan itu adalah hal yang mutlak, setiap adanya tanda kebenaran dari orang lain mereka tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya, karena itulah prinsip mereka, dan dalam propagandanya yang semakin representatif dan idealis, membuat penganutnya semakin gencar dalam menyebarkan paham ini. Maka dari itu, perbanyak ilmu dan bekal kehidupan di dunia ini sebanyak-banyaknya, karena ketika seseorang hanya bergantung pada politik dan sistem ekonomi negara, secara tidak langsung, ia telah menggantungkan diri terhadap konspirasi itu.

By: Admin

Minggu, 25 Januari 2015

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:

"Setiap insan adalah apa yang di pikirkannya, maka pikirkanlah dengan melibatkan hati di dalamnya"
Motivasi Akh Heru

Sabtu, 24 Januari 2015

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini

"Setiap hati adalah cerminan diri, maka jangan sekali-kali engkau kotori, karena ia tercipta dari mutiara yang suci"
Motivasi Akh Heru

Jumat, 23 Januari 2015

Assalamualaikum Cinta


Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum cinta, mungkin salam itulah yang akan terucap dari lisan ini ketika berjumpa dengan sang bidadari dunia.
Sub'hanAllah, betapa tinggi dan mulianya dikau wahai cinta, penciptaanmu, kehidupanmu, dan kehadiranmu sangatlah dinanti setiap makhluk yang ada di jagad raya ini.
Kemegahan dan kesucian adalah sifat lazimahmu, kemuliaan dan keberkahan adalah karakter pribadimu.
Betapa rindunya hati setiap makhluk menantikanmu wahai cinta, sungguh tiada hal yang dapat menggantikanmu selain dari pada-Nya.

Assalamualaikum cinta, sinarmu begitu menyilaukan dan menggugah setiap jiwa yang melihatnya, kilauanmu bak mentari di pagi hari yang membawa kehangatan dan selimut kedamaian.
Wahai cinta, begitu dirindukannya dikau hingga setiap insan tak kuasa menahan pedih ketika kehilanganmu, wahai cinta, engkau di besarkan dari kesatuan dan kedekatan qalbu, engkau di rawat dan di timang dalam balutan kasih sayang dan harmoni kemesraan.
Duhai cinta, adakah hal yang lebih indah selain dari padamu? Duhai cinta adakah kesempatan bagi diri ini untuk merawat dan membesarkanmu?
Cinta, salam rindu kini ku sampaikan dari dalam lubuh hati yang paling dalam, beserta lautan kasih sayang dengan pelangi kesempurnaan iman.

Assalamualaikum cinta, datang dan hadirlah, temani hidup dan matiku, cinta, mulialah dikau karena iman dan taqwa, sempurnalah dikau karena mengingat Allah.
Cinta, segera jumpa ya, semoga engkau mendatangi diri ini di kala Allah telah menentukan sang bidadari.
Cinta, Assalamualaikum..... ^_^

Motivasi Akh Heru

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari Ini:


"Kedewasaan bukan di tentukan dari seberapa besar dan tuanya kondisi seseorang, namun kedewasaan adalah bagaimana mainsett dan proses seseorang dalam menykapi suatu permasalahan"

Motivasi Akh Heru

Islamic Civilisation of Enginering School (Sekolah Rekayasa Peradaban Islam)


Islamic Civilisation of Enginering School (Sekolah Rekayasa Peradaban Islam)

Sebuah Sekolah, sebuah wahana pendidikan yang memungkinkan peserta didiknya untuk menjelajah sisi terdalam dalam segi ke-Islaman. Pendidikan, ilmu pengetahuan, analisa, rekayasa, hipotesa adalah sekelumik kata-kata yang sering kita dengar dalam ranah penelitian dan karya ilmiah, namun dari berbagai ungkapan di atas, apakah kita hanya terpaku pada analisa kasus ke duniaan? Apakah kita hanya terpusat pada penjelasan dan pemaparan akan kehidupan yang sesaat ini? Saya katakan tidak. Sekolah dan pendidikan seperti yang telah kita jalani sekarang ini adalah contoh kecil dari sebuah pemaksaan kepada logika dan otak kita untuk selalu dan terus meningkatkan ketajamannya dalam hal penguasaan ilmu alam semesta dan seisinya. Berbagai pemikiran dan paham yang telah terdefinisikan dalam bermacam-macam konsep sudah tersebar dan meluas tak terkendali. Pengetahuan dan kecakapan diri dalam menganalisa dunia dijadikan sebagai patokan dalam menjalankan sebuah proyek besar untuk menguak semua yang terkandung dalam jagad raya ini. 

Sekolah dan peradaban merupakan dua unsur yang berbeda, namun memiliki hubungan yang dekat. Coba kita menilik dan menganalisa sekali lagi, mengapa pertanyaan dan uraian seingkat diatas dapat muncul? adakah kolerasi antar satu kata dengan kata yang lain? Jawabannya ada pada diri anda masing-masing. Namun ketika kita menyoroti dan menggali lebih dalam lagi, khususnya dalam hal peradaban, pastilah semua itu ada hubungannya. Karena bagaimanapun juga sebuah peradaban pasti kita tinjau dari sudut pandang teknologi dan pendidikan, walaupun kebudayaan dan unsur lain yang terdapat dalam lingkup tersebut cukup kental kala itu. Peradaban adalah suatu masa yang terjadi pada waktu tertentu dengan pelaku yang tidak sama, namun pada hakikatnya sebuah peradaban pastilah berhubungan dengan pendidikan, sebab seiring berkembang dan majunya sebuah peradaban, disana pendidikan juga akan mengikuti.

"Sejarah adalah hal yang tak mungkin terjadi pada waktu yang sama, namun sejarah dapat berulang pada masa yang berbeda"
Motivasi Akh Heru

Merekayasa dan menganalisa adalah hal yang sudah biasa di kalangang mahasiswa, namun apakah setiap analisa dan pemikiran yang kita lakukan hanya sebatas pada masa kita hidup saja? Tidak kawan, karena setiap rekayasa dan pemikiran akan membuahkan peradaban dan masa yang baru, sebuah kehidupan dan tatanan sosial yang berbeda. Teman pemikiran dan pemahaman memang hal sangat di perlukan dan di perhatikan, memang benar ketika kita paham dan mengerti akan hal yang dimaksud, semuanya akan berjalan sesuai apa yang telah terencana, itu pun jika pemahamannya konkrit dan senada dengan yang lain, lalu bagaimana bagi yang belum atau bahkan tidak paham? Seperti layaknya seorang penguasa yang memunculkan sebuah fatwa dan aturan bagi rakyatnya, memang bagi rakyat yang mengerti dan memahami akan kebijakan itu dapat menerima dan melaksanakannya dengan baik, namun bagaimana dengan yang tidak? Mungkin mereka akan mendemo besar-besaran atau bahkan melakukan kerusakan pada administrasi pemerintahan, padahal jelas bahwa pemerintah manginginkan hal ini berjalan agar rakyatnya sejahtera. Itulah salah satu contoh kecil akan pentingnya sebuah pemahaman. Maka dari itu rekayasa dan analisa haruslah sejalan dan berimbang.

Sedangkan dari segi keislaman, yang sudah jelas-jelas memaparkan dan memfaktualisasikan setiap kejadian yang telah lampau, bahkan setiap kejadian dan momentumnya tertulis dan terbukukan secara rapi dalm Al Quran, tanpa ada perubahan sekecil apapun. Apakah ada karaguan di dalamnya? Tentu saja tidak, karena kitab itu adalah terbitan langsung dari Allah yang kemudian di wahyukan kepada Rasulullah SAW melalui Malaikan jibril. Setiap kejadiannya tidak ada yang saling bertentangan, dan Islam telah membawa perubahan dan merekayasa peradaban dengan mengubah manusia dengan berbagai Tuhannya menjadi satu padu dan berprospek pada satu Tuhan yaitu Allah. Islam telah membuktikan banyak hal yang dapat di jangkau akal dengan mudah, bahkan dari segi ilmu pengetahuan Islam telah mengajarkannya, mulai dari penyanggahan teori Plato 400 tahun sebelum masehi yang menyatakan bahwa bumi itu bulat, Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species (1859) yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Apakah Nabi Adam AS selaku manusia pertama yang menginjakan kaki di bumi berasal dari kera? Apakah ada buktinya? Nah dari sekian banyak yang telah di jabarkan Islam oleh kita apakah kita masih meraguan rekayasa yang telah dilakukan Rasulullah?

Nah, dari sini kita mulai sadar bahwa rekayasa peradaban itu di perlukan dalam suatu pendidikan dalam bentuk yang sistematis yang kemudian di kemas dalam bentuk tempat pembelajaran yang disebut sekolah. Terbukalah semua, terbukalah jendela kita akan pengetahuan dan rekayasa yang sesungguhnya, kini kita tahu bagaimana pentingnya suatu pendidikan yang berprospek pada perekayasaan sebuah peradaban dan berkonsen penuh pada Islam tanpa melalaikan pengetahuan umum. 

"Sebuah peradaban bukan terbentuk dari banyaknya orang yang berjaya, namun peradaban terbentuk karena adanya persatuan paham dan perekayasaan pemikiran"
Motivasi Akh Heru
By: Admin

Motivasi Hari Ini

Motivasi Hari ini:


"Kepahaman akan ilmu pengetahuan yang mengangkat derajad setiap makhluk hidup yang mau belajar adalah faktor yang membedakan antar jiwa yang labil, penuh kemaksiatan,, dan ketakhlukan akan nafsu dengan jiwa yang penuh kesadaran, pengetahuan, dan keistiqomahan dalam menjemput hidayah dari-Nya" ^_^
Motivasi Akh Heru

Kamis, 22 Januari 2015

KONSEPTUALISASI SEORANG KADER



KONSEPTUALISASI SEORANG KADER

"Sebuah konsep tanpa adanya realisasi adalah suatu kebuhongan besar, sedangkan realisasi tanpa adanya konsep adalah kehancuran yang nyata"
Motivasi Akh Heru


Setiap orang mempunyai jalan hidup dan tujuannya masing-masing, setiap orang juga mempunyai pandangan dan persepsi yang berbeda dalam menyikapi suatu keadaan. Dalam hal ini setiap langkah dan setiap tindakan yang kita ambil merupakan penentu sekaligus cerminan sebuah spekulasi dari goal yang akan kita capai di kemudian hari. Dalam memanajemen sesuatu, pastilah kita perlu sebuah plan, sebuah rencana, ataupun sebuah gambaran akan langkah kerja apa yang harus kita lakukan dan bagian mana yang harus kita selesaikan. Lalu apa hubungannya? Dan bagaimana kemudian cara kita dalam maknai arti dari sebuah konseptualisasi?

Dalam perencanaan suatu kegiatan, pengonsepan, pemaparan gagasan, dan pengerucutan visi misi merupakan hal yang harus kita perhatikan. Karena dibalik tim yang hebat, pastilah punya konseptor yang handal. Dialah yang kemudian kita sebut dengan Master Planer. Karena sekecil apapun agenda yang akan kita jalankan, tanpa adanya sang master planer tidak akan ada kata sukses. Karena sebuah konsep tanpa adanya realisasi hanyalah kebohongan, sedangkan sebuah realisasi tanpa adanya konsep adalah kehancuran yang nyata.

Kembali pada pemaknaan sebuah konseptualisasi. Sebenarnya konseptualisasi sendiri merupakan sebuah proses dalam pembentukan suatu konsep yang mana setiap proses dan analisisnya bertitik tolak pada gejala-gejala pengamatan yang kita lakukan di lapangan. Dan proses tersebut bersifat abstrak akan tetapi dampak dan perealisasiannya bersifat empiris. Dalam pelaksanaannya kadang kala orang sering menyalah artikan makna di balik sebuah konseptualisasi. Kita juga seringkali melihat dan bahkan ikut dalam suatu organisasi yang mana ketika akan melaksanakan sebuah agenda ataupun program kerja, pasti sie acaralah yang paling dominan dalam pematangan dan penggodokan sebuah konsep. Mulai dari komponen acara, teknis pelaksanaan, hingga unsur kelengkapan. Ya memang itulah tugas dan tanggung jawab dari sie acara. Namun dibalik itu semua, segala keputusan akan kembali kepada master planer, karena dialah sang pemegang kekuasaan tertinggi, dan penentu akan sebuah kebijakan yang mengatur segala sesuatu mengenai proses keberjalanan suatu kegiatan. Nah dari sini kita dapat melihat, bahwa kunci dari suatu pemanajemenan ada pada master planer.

Kemudian bagaimana dengan seorang kader? Apa sebenarnya yang membedakan antara orang biasa dengan seorang kader? Dan siapakah mereka? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sekiranya muncul dalam benak kita. Coba kita kupassatu per satu. Kader... Ya kata yang sudah familiar dikalangan para aktivis, kata yang sering kita dengar dalam ranah organisasi, dan kata yang identik dengan regenerasi. Kader merupakan seseorang yang dibina, dibimbing, dan dididik untuk menjadi cikal dan tunas dari sebuah organisasi. Dalam pemilihan seorang kader tidaklah dengan cara asal tunjuk, karena mereka akan di nilai berdasarkan kemampuan dan soft skill dasar yang mereka miliki. Memang ketika kita tinjau dari segi fisik dan perawakan seorang kader tidaklah mempunyai perbedaan yang signifikan, bahkan bisa dikatakan sama dengan orang biasa. Akan tetapi seorang kader dikatakan berbeda dengan orang biasa karena mereka memiliki kapasitas lebih yang tidak dimiliki oleh mereka yang biasa. Berbicara mengenai kapasitas, tentunya setiap keder mempunyai tingkatan dan karakteristiknya masing-masing. Ada yang spesifikasinya menulis, ada yang spesifikasinya di pablic speaking, adapun yang berada dalam ranah pemikiran, bahkan ada pula yang mumpuni dalam ketiga karakteristik tersebut. Satu hal lagi yang membedakan antara seorang kader adalah daya analisis dan mainsett mereka dalam menyeting suatu kegiatan ataupun menyikapi suatu permasalahan. Dalam menyikapi suatu permasalahan, seorang kader tidak akan pernah sekalipun memberikan celah bagi kegagalan untuk masuk, akan tetapi seorang kader akan membuka celah selebar-lebarnya bagi peluang keberhasilan untuk masuk.

"Bukanlah disebut konseptualis ketika setiap pemikiran dan analisanya mudah tersibgoh dan terombang-ambing oleh pahan dan ideologi orang lain"
Motivasi Akh Heru

Jadi, konseptualisasi seorang kader adalah konsep yang di buat dan direncanakan oleh seorang kader dengan ketajaman pemikirannya, dengan kecerdasan emosionalnya, dan dengan kematangan softskillya dimana konsep tersebut didasarkan atas pengidentifikasian masalah, yang dilanjutkan dengan analisis situasi dan kondisi, yang kemudian di planing, dan diakhiri dengan eksekusi. Nah..... Sekarang kita tahu bahwa konseptualisasi seorang kader bukanlah sekedar konsep, akan tetapi sebuah perencanaan luar biasa yang dilatarbelakangi oleh orang-orang hebat, yang di analisis oleh SDM yang berkompeten dan dikemudikan oleh seorang master planer. Ingatlah bahwa setiap konseptualisasi seorang kader adalah konsep yang didasarkan atas kepahaman dan kesadaran. Bukan atas dasar keterpaksaan dan beban tuntutan.

By: Admin
Back to top